Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

KoPi- Tommy Soeharto memberikan saran dan tips pada pemerintah Jokowi berkaitan dengan rencana menaikkan harga BBM. Desas-desus kenaikan BBM memang membuat semua orang menjadi gerang. Begitu juga yang dirasakan putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto itu.

Tommy menuliskannya dalam akun FBnya tertanggal 13 November 2014, "Caranya saya rasa cukup mudah, lakukan dengan tegas atau dadakan bila memang harus naik, tidak perlu nego sana sini agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, dan para penimbun pun tidak memiliki kesempatan untuk menimbun".

Tarik ulur itu tidak membawa ke baikan untuk masyarakat tapi justru menimbulkan kegelisahan masal.
Keputusan yang benar tidak perlu merasa ragu untuk mengungumkan secara mendadak, tarik ulur itu sama seperti memberi kesempatan kepada para penimbun untuk meraih keuntungan di tengah kesusahan masyarakat."

Tommy menutup dengan menegaskan bahwa pemimpin harus berani mengambil resiko dibenci oleh segelintir orang bila memang benar dan untuk kebaikan bersama.|Suci Wulandari|

back to top