Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

KoPi- Tommy Soeharto memberikan saran dan tips pada pemerintah Jokowi berkaitan dengan rencana menaikkan harga BBM. Desas-desus kenaikan BBM memang membuat semua orang menjadi gerang. Begitu juga yang dirasakan putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto itu.

Tommy menuliskannya dalam akun FBnya tertanggal 13 November 2014, "Caranya saya rasa cukup mudah, lakukan dengan tegas atau dadakan bila memang harus naik, tidak perlu nego sana sini agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, dan para penimbun pun tidak memiliki kesempatan untuk menimbun".

Tarik ulur itu tidak membawa ke baikan untuk masyarakat tapi justru menimbulkan kegelisahan masal.
Keputusan yang benar tidak perlu merasa ragu untuk mengungumkan secara mendadak, tarik ulur itu sama seperti memberi kesempatan kepada para penimbun untuk meraih keuntungan di tengah kesusahan masyarakat."

Tommy menutup dengan menegaskan bahwa pemimpin harus berani mengambil resiko dibenci oleh segelintir orang bila memang benar dan untuk kebaikan bersama.|Suci Wulandari|

back to top