Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

Tips Tommy Soeharto naikkan BBM tanpa penyelewengan

KoPi- Tommy Soeharto memberikan saran dan tips pada pemerintah Jokowi berkaitan dengan rencana menaikkan harga BBM. Desas-desus kenaikan BBM memang membuat semua orang menjadi gerang. Begitu juga yang dirasakan putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto itu.

Tommy menuliskannya dalam akun FBnya tertanggal 13 November 2014, "Caranya saya rasa cukup mudah, lakukan dengan tegas atau dadakan bila memang harus naik, tidak perlu nego sana sini agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, dan para penimbun pun tidak memiliki kesempatan untuk menimbun".

Tarik ulur itu tidak membawa ke baikan untuk masyarakat tapi justru menimbulkan kegelisahan masal.
Keputusan yang benar tidak perlu merasa ragu untuk mengungumkan secara mendadak, tarik ulur itu sama seperti memberi kesempatan kepada para penimbun untuk meraih keuntungan di tengah kesusahan masyarakat."

Tommy menutup dengan menegaskan bahwa pemimpin harus berani mengambil resiko dibenci oleh segelintir orang bila memang benar dan untuk kebaikan bersama.|Suci Wulandari|

back to top