Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma
Surabaya - KoPi| Gagalnya pasangan Rasiyo-Dhimam menuju pilkada Surabaya Desember mendatang menuai  persoalan baru. Pasalnya, jika  pasangan ini gagal naik  bersanding dengan pasangan Risma-Wishnu di pilkada Surabaya 2015, pilkada Surabaya akan ditunda pada dua tahun mendatang.

Persoalan administratif pendaftaran menjadi ganjalan besar bagi Rasiyo-Dhimam untuk menggantikan posisi Risma sebelumnya.

Masyarakat Surabaya tidak ramai memperbincangkannya. Bagi mereka, hal ini bukan masalah besar. “Saya memilih Bu Risma, jadi kalau pasangan yang satunya gagal ya toh Bu Risma tetap ada,” ujar Kusmin, salah satu warga Gubeng Kertajaya, Surabaya.

Memang masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai resiko dari adanya calon tunggal, yaitu pilkada akan ditunda selama 2 tahun ke depan. Sehingga walikota Surabaya akan kosong mengingat jabatan Risma yang habis pada Desember mendatang.

“Kalo calon tunggal, nantikan walikota akan diganti oleh PLT, saya berharap Gubernur Jawa Timur memilih PLT nya adalah Bu Risma. Sehingga beliau akan mengurus permasalahan di Surabaya tuntas lebih dari 10 tahun” ujar Indra, mahasiswa asal Surabaya.

Gugurnya Rasiyo-Dhimam menuai  kritikan mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan presiden yang aktif di sosial media twitter ini menuliskan bentuk protesnya pada keputusan KPUD Surabaya.

“Pimpinan PD & PAN (partai pengusung) berpendapat – tidak seharusnya pasangan calon itu digugurkan. Karenanya, PD & PAN akan gugat putusan KPUD ke Panwaslu, sesuai dengan hak yang diatur dalam UU Pemilukada. *SBY*” tulis Presiden RI ke-6 dalam akun @SBYudhoyono tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat ini, kekurangan persyaratan calon wakil walikota dan rekomendasi DPP PAN yang dianggap belum ‘klop’ bisa diperbaiki.

SBY menutup  kicauannya dengan himbauan investigasi terkait kejadian tersebut. “Sangat baik kita tahu, terutama rakyat – kalau memang ada yang ingin tunda Pilkada Surabaya – Siapa oknum-oknum itu gerangan?,” tutupnya. |Labibah|

back to top