Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma
Surabaya - KoPi| Gagalnya pasangan Rasiyo-Dhimam menuju pilkada Surabaya Desember mendatang menuai  persoalan baru. Pasalnya, jika  pasangan ini gagal naik  bersanding dengan pasangan Risma-Wishnu di pilkada Surabaya 2015, pilkada Surabaya akan ditunda pada dua tahun mendatang.

Persoalan administratif pendaftaran menjadi ganjalan besar bagi Rasiyo-Dhimam untuk menggantikan posisi Risma sebelumnya.

Masyarakat Surabaya tidak ramai memperbincangkannya. Bagi mereka, hal ini bukan masalah besar. “Saya memilih Bu Risma, jadi kalau pasangan yang satunya gagal ya toh Bu Risma tetap ada,” ujar Kusmin, salah satu warga Gubeng Kertajaya, Surabaya.

Memang masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai resiko dari adanya calon tunggal, yaitu pilkada akan ditunda selama 2 tahun ke depan. Sehingga walikota Surabaya akan kosong mengingat jabatan Risma yang habis pada Desember mendatang.

“Kalo calon tunggal, nantikan walikota akan diganti oleh PLT, saya berharap Gubernur Jawa Timur memilih PLT nya adalah Bu Risma. Sehingga beliau akan mengurus permasalahan di Surabaya tuntas lebih dari 10 tahun” ujar Indra, mahasiswa asal Surabaya.

Gugurnya Rasiyo-Dhimam menuai  kritikan mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan presiden yang aktif di sosial media twitter ini menuliskan bentuk protesnya pada keputusan KPUD Surabaya.

“Pimpinan PD & PAN (partai pengusung) berpendapat – tidak seharusnya pasangan calon itu digugurkan. Karenanya, PD & PAN akan gugat putusan KPUD ke Panwaslu, sesuai dengan hak yang diatur dalam UU Pemilukada. *SBY*” tulis Presiden RI ke-6 dalam akun @SBYudhoyono tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat ini, kekurangan persyaratan calon wakil walikota dan rekomendasi DPP PAN yang dianggap belum ‘klop’ bisa diperbaiki.

SBY menutup  kicauannya dengan himbauan investigasi terkait kejadian tersebut. “Sangat baik kita tahu, terutama rakyat – kalau memang ada yang ingin tunda Pilkada Surabaya – Siapa oknum-oknum itu gerangan?,” tutupnya. |Labibah|

back to top