Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma
Surabaya - KoPi| Gagalnya pasangan Rasiyo-Dhimam menuju pilkada Surabaya Desember mendatang menuai  persoalan baru. Pasalnya, jika  pasangan ini gagal naik  bersanding dengan pasangan Risma-Wishnu di pilkada Surabaya 2015, pilkada Surabaya akan ditunda pada dua tahun mendatang.

Persoalan administratif pendaftaran menjadi ganjalan besar bagi Rasiyo-Dhimam untuk menggantikan posisi Risma sebelumnya.

Masyarakat Surabaya tidak ramai memperbincangkannya. Bagi mereka, hal ini bukan masalah besar. “Saya memilih Bu Risma, jadi kalau pasangan yang satunya gagal ya toh Bu Risma tetap ada,” ujar Kusmin, salah satu warga Gubeng Kertajaya, Surabaya.

Memang masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai resiko dari adanya calon tunggal, yaitu pilkada akan ditunda selama 2 tahun ke depan. Sehingga walikota Surabaya akan kosong mengingat jabatan Risma yang habis pada Desember mendatang.

“Kalo calon tunggal, nantikan walikota akan diganti oleh PLT, saya berharap Gubernur Jawa Timur memilih PLT nya adalah Bu Risma. Sehingga beliau akan mengurus permasalahan di Surabaya tuntas lebih dari 10 tahun” ujar Indra, mahasiswa asal Surabaya.

Gugurnya Rasiyo-Dhimam menuai  kritikan mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan presiden yang aktif di sosial media twitter ini menuliskan bentuk protesnya pada keputusan KPUD Surabaya.

“Pimpinan PD & PAN (partai pengusung) berpendapat – tidak seharusnya pasangan calon itu digugurkan. Karenanya, PD & PAN akan gugat putusan KPUD ke Panwaslu, sesuai dengan hak yang diatur dalam UU Pemilukada. *SBY*” tulis Presiden RI ke-6 dalam akun @SBYudhoyono tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat ini, kekurangan persyaratan calon wakil walikota dan rekomendasi DPP PAN yang dianggap belum ‘klop’ bisa diperbaiki.

SBY menutup  kicauannya dengan himbauan investigasi terkait kejadian tersebut. “Sangat baik kita tahu, terutama rakyat – kalau memang ada yang ingin tunda Pilkada Surabaya – Siapa oknum-oknum itu gerangan?,” tutupnya. |Labibah|

back to top