Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Surabaya terancam tidak punya walikota

Kantor Walikota Surabaya Kantor Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Bulan Juli 2015 merupakan masa di mana Tr Rismaharini mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Surabaya. 5 tahun menjadi orang nomor satu di Surabaya, peraih penghargaan Mayor of the Month atau salah satu wali kota terbaik di dunia ini harus melepas jabatannya. Seyogyanya saat ini kandidat calon telah mulai mempersiapkan pilkada yang akan diusung di Surabaya.

Dengan disahkannya UU No 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, seluruh masyarakat Indonesia akan memilih gubernur, bupati, walikota secara serentak dalam satu hari. Menurut ketua KPU Husni Malik, kemungkinan besar Pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2015.

Berdasarkan laporan KPU, tahapan pilkada antara lain sebagai berikut:

1. Februari-Maret 2015 penyusunan PKPU.

2. April - Mei 2015 pembentukan PPS dan PPK.

3. Juni 2015 penyerahan dukungan calon pasangan perseorangan.

4. 22-24 Juli 2015 pendaftaran pasangan calon dan penetapan pasangan calon tanggal 24 Agustus 2015.

5. April 2015 mulai sosialisasi bimbingan teknis.

6. Masa kampanye dimulai setelah penetapan calon selesai atau sampai Desember jelang pemilihan.

7. Oktober 2015 penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

8. Pilkada serentak digelar 9 Desember 2015.

Masa jabatan yang telah habis di bulan Juli, membuat kota yang dikenal dengan maskot buayanya ini sudah tidak bisa dipimpin oleh Risma sampai Surabaya kembali mendapatkan walikota baru. Jarak antara habisnya masa jabatan Risma dengan pilkada yang dilaksanakan di bulan Desember berarti akan ada kekosongan kepemimpinan selama 6 bulan. Dengan kata lain, selama 6 bulan Surabaya akan kehilangan walikota.

Lalu bagaimana kota yang kerap menerima empat kali pernghargaan Adipura secara berturut turut untuk kategori kota metropolitan ini dapat menanggapi kekosongan tersebut?

“Jujur aku belum tahu tentang berita ini, karena belum di sorot beberapa media yang aku baca. Tapi jikalau sampai ada kekosongan walikota dan dipimpin dengan PLT (pelaksana tugas) atau pemimpin sementara, selama itu bisa lebih baik dari bu Risma ya gak masalah,” ujar Isra Yuda selaku mahasiswa Ilmu Sosial di Surabaya.

Lain lagi tanggapan Naufal, mahasiswa Sosiologi asal Jakarta. Meski ia tidak memiliki hak untuk memilih walikota Surabaya, ia merasa PLT tidak akan mempengaruhi kinerja pemerintahan. “Menurut saya tidak masalah kok. Tinggal bagaimana cara me-manage itu semua di masa peralihan jabatan,” ungkapnya. | Labibah

back to top