Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sosiolog: Paska pilpres, waktunya bekerjasama

foto: peacesymbol.org foto: peacesymbol.org
Paska pilpres 2014 masyarakat perlu beranjak dari dimensi persaingan politik menuju kerjasama kolektif antar elemen-elemen kebangsaan. Demikian sosiolog Universitas Airlangga menyatakan kepada KoPi.

 

Yogya-KoPi- Pada sela kesibukannya menyambut lebaran di Yogyakarta, Novri Susan menyempatkan waktu berdiskusi  beberapa saat tentang paska pilpres 2014 dengan KoPi. Ayah dari Aisya Sabili tersebut menyatakan bahwa hajat demokrasi pilpres 2014 telah usai.

"Proses persaingan dan konflik politik pada medan pemilu serta pilpres 2014 telah usai. Terutama bagi masyarakat Indonesia. Usai dalam pengertian tidak ada lagi periode waktu yang secara khusus menjadi arena pilpres"

Masyarakat Indonesia perlu membuka hati seluasnya pada hasil pilpres yang diumumkan KPU pada 22 Juli lalu. Kini adalah waktu bekerjasama secara produktif diantara masyarakat baik secara sosial, ekonomi dan kebudayaan.

"Jangan mogok pada kondisi siapa pemimpin terbaik atau terburuk. Namun waktunya kembali ke dunia nyata dimana bangsa ini sangat butuh kepedulian. Ada masyarakat yang perlu pemberdayaan, perlindungan dan dorongan semangat".

Menurut sosiolog yang juga kepala sociology center Universitas Airlangga tersebut, kerjasama hanya bisa dilaksanakan jika masyarakat mampu keluar dari kotak egoisme, prasangka, dan kebencian akibat periode pilpres 2014.

Masalah protes terhadap hasil pilpres, masyarakat perlu menyerahkan itu kepada mekanisme demokrasi, hukum dan konstitusi.

"Protes pada hasil pilpres serahkan pada mekanisme demokrasi dan konstitusi. Kritis sangat dianjurkan dengan syarat rasional dan nirkekerasan. Kritis itu berbeda dengan mobilisasi kebencian, prasangka, dan saling bully. Masyarakat Indonesia itu indah".*

 

*reporter: Irfan

back to top