Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Sosiolog: Paska pilpres, waktunya bekerjasama

foto: peacesymbol.org foto: peacesymbol.org
Paska pilpres 2014 masyarakat perlu beranjak dari dimensi persaingan politik menuju kerjasama kolektif antar elemen-elemen kebangsaan. Demikian sosiolog Universitas Airlangga menyatakan kepada KoPi.

 

Yogya-KoPi- Pada sela kesibukannya menyambut lebaran di Yogyakarta, Novri Susan menyempatkan waktu berdiskusi  beberapa saat tentang paska pilpres 2014 dengan KoPi. Ayah dari Aisya Sabili tersebut menyatakan bahwa hajat demokrasi pilpres 2014 telah usai.

"Proses persaingan dan konflik politik pada medan pemilu serta pilpres 2014 telah usai. Terutama bagi masyarakat Indonesia. Usai dalam pengertian tidak ada lagi periode waktu yang secara khusus menjadi arena pilpres"

Masyarakat Indonesia perlu membuka hati seluasnya pada hasil pilpres yang diumumkan KPU pada 22 Juli lalu. Kini adalah waktu bekerjasama secara produktif diantara masyarakat baik secara sosial, ekonomi dan kebudayaan.

"Jangan mogok pada kondisi siapa pemimpin terbaik atau terburuk. Namun waktunya kembali ke dunia nyata dimana bangsa ini sangat butuh kepedulian. Ada masyarakat yang perlu pemberdayaan, perlindungan dan dorongan semangat".

Menurut sosiolog yang juga kepala sociology center Universitas Airlangga tersebut, kerjasama hanya bisa dilaksanakan jika masyarakat mampu keluar dari kotak egoisme, prasangka, dan kebencian akibat periode pilpres 2014.

Masalah protes terhadap hasil pilpres, masyarakat perlu menyerahkan itu kepada mekanisme demokrasi, hukum dan konstitusi.

"Protes pada hasil pilpres serahkan pada mekanisme demokrasi dan konstitusi. Kritis sangat dianjurkan dengan syarat rasional dan nirkekerasan. Kritis itu berbeda dengan mobilisasi kebencian, prasangka, dan saling bully. Masyarakat Indonesia itu indah".*

 

*reporter: Irfan

back to top