Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

Jakarta-Kopi. Polemik tentang akurasi dan validitas lembaga survey yang menjalankan aktivitas quick count (QC) masih berlanjut. Setiap lembaga survey mendapatkan keharusan mengklarifikasi aspek metodenya secara ilmiah. Salah satu lembaga survey tersebut adalah SMRC yang melakukan klarifikasi.

Klarifikasi metode DC Pilpres 2014 oleh SMRC disampaikan oleh Direktur Risetnya, Dr. Djayadi Hanan melalui situs mereka, sebagai berikut:

Beberapa saat setelah SMRC mengumumkan hasil hitung cepat (quick count), beberapa orang yang mengakses dan menyimak tayangan grafik hitung cepat SMRC mempertanyakan seputar stabiltas suara yang dianggap tidak konsisten alias mengalami perubahan pola. Inkonsistensi pada grafik ini menimbulkan kebingungan dan sejumlah pertanyaan (juga kecurigaan) terhadap metode dan cara kerja SMRC.

Informasi seputar inkonsistensi grafik SMRC itu pun menyebar dengan cepat dan dibumbui berbagai macam penjelasan yang intinya ingin mendelegitimasi cara kerja dan metodologi hitung cepat SMRC. Untuk itulah, tim riset SMRC menuliskan makalah panjang ini, sebagai keterangan tentang metodologi yang digunakan SMRC dan penjelasan tentang persoalan stabilitas suara yang sempat menghebohkan itu.

Intinya, makalah itu menjelaskan bahwa masalah grafik stabilitas dalam hitung cepat SMRC disebabkan oleh kesalahan dari sisi algoritma dan pemrograman IT, bukan karena intervensi manual. Dan yang paling penting, masalah grafik stabilitas tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap proses penghitungan total perolehan suara calon maupun penghitungan statistik-statistik lainnya. Hal ini dikarenakan grafik stabilitas dibuat melalui proses yang terpisah dari penghitungan statistik yang lain.

Sumber: http://www.saifulmujani.com/

 

 

 

back to top