Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

Jakarta-Kopi. Polemik tentang akurasi dan validitas lembaga survey yang menjalankan aktivitas quick count (QC) masih berlanjut. Setiap lembaga survey mendapatkan keharusan mengklarifikasi aspek metodenya secara ilmiah. Salah satu lembaga survey tersebut adalah SMRC yang melakukan klarifikasi.

Klarifikasi metode DC Pilpres 2014 oleh SMRC disampaikan oleh Direktur Risetnya, Dr. Djayadi Hanan melalui situs mereka, sebagai berikut:

Beberapa saat setelah SMRC mengumumkan hasil hitung cepat (quick count), beberapa orang yang mengakses dan menyimak tayangan grafik hitung cepat SMRC mempertanyakan seputar stabiltas suara yang dianggap tidak konsisten alias mengalami perubahan pola. Inkonsistensi pada grafik ini menimbulkan kebingungan dan sejumlah pertanyaan (juga kecurigaan) terhadap metode dan cara kerja SMRC.

Informasi seputar inkonsistensi grafik SMRC itu pun menyebar dengan cepat dan dibumbui berbagai macam penjelasan yang intinya ingin mendelegitimasi cara kerja dan metodologi hitung cepat SMRC. Untuk itulah, tim riset SMRC menuliskan makalah panjang ini, sebagai keterangan tentang metodologi yang digunakan SMRC dan penjelasan tentang persoalan stabilitas suara yang sempat menghebohkan itu.

Intinya, makalah itu menjelaskan bahwa masalah grafik stabilitas dalam hitung cepat SMRC disebabkan oleh kesalahan dari sisi algoritma dan pemrograman IT, bukan karena intervensi manual. Dan yang paling penting, masalah grafik stabilitas tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap proses penghitungan total perolehan suara calon maupun penghitungan statistik-statistik lainnya. Hal ini dikarenakan grafik stabilitas dibuat melalui proses yang terpisah dari penghitungan statistik yang lain.

Sumber: http://www.saifulmujani.com/

 

 

 

back to top