Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Serangan cyber militer China

Serangan cyber militer China

Hong Kong-KoPi-Sebuah lembaga keamanan di Amerika Serikat menuduh Unit Militer Kedua Cina  melakukan serangan spionase cyber terhadap perusahaan-perusahaan asing.

CrowdStrike, sebuah perusahaan keamanan AS, secara rinci membeberkan tuduhan dalam laporan panjang tentang unit Tentara Pembebasan Rakyat yang beroperasi di Shanghai.

Laporan itu muncul hanya beberapa minggu setelah Departemen Kehakiman AS menuduh lima anggota militer Cina melakukan hack ke dalam perusahaan-perusahaan Amerika. Ini merupakan bagian upaya peningkatan drama pemerintah AS untuk memerangi spionase perusahaan yang disponsori negara.

CrowdStrike yang berbasis di California , membantu perusahaan mendeteksi dan merespon ancaman cyber, mengatakan telah mengamati sekelompok hacker - dijuluki "Putter Panda" - melakukan serangan terhadap perusahaan pertahanan, satelit dan kedirgantaraan di AS, Jepang dan Eropa.

"Kampanye spionase ekonomi selama satu dekade di China sangat besar dan tak henti-hentinya," kata CEO George Kurtz CrowdStrike dalam sebuah pernyataan.

"Melalui kampanye spionase masif,  Cina menargetkan  penyerangan terhadap perusahaan dan pemerintah dalam setiap bagian dari dunia."
Sebagian besar laporan CrowdStrike berfokus pada kegiatan seorang hacker bernama "cpyy," anggota yang diduga dari kelompok militer yang disebut Satuan 61.486.

CrowdStrike menuduh bahwa unit PLA, yang beroperasi setidaknya sejak 2007, menggunakan berbagai alat untuk masuk ke komputer perusahaan, termasuk malware yang memanfaatkan program-program populer seperti Adobe Reader dan Microsoft Office.

back to top