Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Serangan cyber militer China

Serangan cyber militer China

Hong Kong-KoPi-Sebuah lembaga keamanan di Amerika Serikat menuduh Unit Militer Kedua Cina  melakukan serangan spionase cyber terhadap perusahaan-perusahaan asing.

CrowdStrike, sebuah perusahaan keamanan AS, secara rinci membeberkan tuduhan dalam laporan panjang tentang unit Tentara Pembebasan Rakyat yang beroperasi di Shanghai.

Laporan itu muncul hanya beberapa minggu setelah Departemen Kehakiman AS menuduh lima anggota militer Cina melakukan hack ke dalam perusahaan-perusahaan Amerika. Ini merupakan bagian upaya peningkatan drama pemerintah AS untuk memerangi spionase perusahaan yang disponsori negara.

CrowdStrike yang berbasis di California , membantu perusahaan mendeteksi dan merespon ancaman cyber, mengatakan telah mengamati sekelompok hacker - dijuluki "Putter Panda" - melakukan serangan terhadap perusahaan pertahanan, satelit dan kedirgantaraan di AS, Jepang dan Eropa.

"Kampanye spionase ekonomi selama satu dekade di China sangat besar dan tak henti-hentinya," kata CEO George Kurtz CrowdStrike dalam sebuah pernyataan.

"Melalui kampanye spionase masif,  Cina menargetkan  penyerangan terhadap perusahaan dan pemerintah dalam setiap bagian dari dunia."
Sebagian besar laporan CrowdStrike berfokus pada kegiatan seorang hacker bernama "cpyy," anggota yang diduga dari kelompok militer yang disebut Satuan 61.486.

CrowdStrike menuduh bahwa unit PLA, yang beroperasi setidaknya sejak 2007, menggunakan berbagai alat untuk masuk ke komputer perusahaan, termasuk malware yang memanfaatkan program-program populer seperti Adobe Reader dan Microsoft Office.

back to top