Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Serangan cyber militer China

Serangan cyber militer China

Hong Kong-KoPi-Sebuah lembaga keamanan di Amerika Serikat menuduh Unit Militer Kedua Cina  melakukan serangan spionase cyber terhadap perusahaan-perusahaan asing.

CrowdStrike, sebuah perusahaan keamanan AS, secara rinci membeberkan tuduhan dalam laporan panjang tentang unit Tentara Pembebasan Rakyat yang beroperasi di Shanghai.

Laporan itu muncul hanya beberapa minggu setelah Departemen Kehakiman AS menuduh lima anggota militer Cina melakukan hack ke dalam perusahaan-perusahaan Amerika. Ini merupakan bagian upaya peningkatan drama pemerintah AS untuk memerangi spionase perusahaan yang disponsori negara.

CrowdStrike yang berbasis di California , membantu perusahaan mendeteksi dan merespon ancaman cyber, mengatakan telah mengamati sekelompok hacker - dijuluki "Putter Panda" - melakukan serangan terhadap perusahaan pertahanan, satelit dan kedirgantaraan di AS, Jepang dan Eropa.

"Kampanye spionase ekonomi selama satu dekade di China sangat besar dan tak henti-hentinya," kata CEO George Kurtz CrowdStrike dalam sebuah pernyataan.

"Melalui kampanye spionase masif,  Cina menargetkan  penyerangan terhadap perusahaan dan pemerintah dalam setiap bagian dari dunia."
Sebagian besar laporan CrowdStrike berfokus pada kegiatan seorang hacker bernama "cpyy," anggota yang diduga dari kelompok militer yang disebut Satuan 61.486.

CrowdStrike menuduh bahwa unit PLA, yang beroperasi setidaknya sejak 2007, menggunakan berbagai alat untuk masuk ke komputer perusahaan, termasuk malware yang memanfaatkan program-program populer seperti Adobe Reader dan Microsoft Office.

back to top