Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sekilas Kelompok Santoso Komandan ISIS di Poso

Sekilas Kelompok Santoso Komandan ISIS di Poso
TNI melalui Panglimanya Moeldoko, berencana mengirim pasukan ke Poso yang ditengarai sebagai pusat peregerakan ISIS di Indonesia melalui Kelompok Santoso.

KoPi| Sejauh ini Kelompok Santoso diduga telah berafiliasi dengan ISIS. Sebelumnya Kelompok Santoso telah mengunggah video pesan ‘Risalah kepada kaum muslimin’ pada tahun 2013 lalu. Video itu tersebut mengajak kaum muslimin untuk bangkit melawan Densus 88, yang mereka klaim boneka Amerika Serikat. Lalu sejauh apa kelompok ini beraksi dan latar belakang aksinya. Berikut sekilas profil Kelompok Santoso.

Latar belakang

Sekalipun sudah lebih dari satu dasawarsa, petaka Bom Bali 2002 masih menyimpan kenangan pahit bagi korban. Namun bagi kaum ekstrimis Bom Bali 2002 merupakan momentum penanaman bibit aksi ‘jihad’. Para ektrimis yang berhasil dipenjarakan justru semakin menggeliat di dalam penjara. Mereka membangun aliansi-aliansi baru melalui berbagai cara; berbaur dengan penjahat di penjara, kunjungan keluarga atau kolega mereka menjadi celah mereka untuk berinteraksi. Bahkan melakukan program pelatihan militer. Penjara menjadi media yang strategis untuk menghimpun rencana aksi.

Para pemimpin ekstrimis bisa mempertautkan hubungan antar kelompok dengan perkawinan. Selain itu juga dengan kegiatan taklim oleh ustad-ustad ekstrimis mengindoktrinisasi benih-benih “mujahid” baru. dari situlah aliansi-aliansi baru dibentuk terutama di daerah Medan, Solo, dan Poso.

Nah, dengan bekal inilah kita akan menelusuri perjalanan ekstrimis Poso. Kenapa Poso ? Karena Poso pernah luka, akibat konflik antara msyarakt Islam dengan Kristen sejak Desember 1998. Meskipun begitu sejak tahun 2000 banyak ustad dan militer dikirimkan ke Poso kebanyakan dari mereka pernah berlatih di Mindanao.

Akhirnya JI (Jamaah Islamiyah) melihat Poso wilayah yang strategis untuk “berjihad”. Pasca Bom Bali, Poso menjadi sarang JI yang paling aktif. Di akhir 2009 JAT mengdakan diskusi (Jamaah Anshorut Tauhid) awal untuk membentuk cabang baru. mereka mengundang tiga orang sebagai pemimpin yakni Yasin, Latif dan Santoso. Yasin dan latif keduanya ustad, sedangkan Santoso fokus pada militer.

Siapa Santoso ?

Santoso alias Abu Wardah alias San alias Pak De adalah pempimpin teroris Poso. Mengutip pernyataan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badrotin Haiti, Santoso awalnya seorang penjual buku-buku Islami di Jalan Tamborana sekitar tahun 2006-2008.

Pernyataan lain juga disampaikan oleh sahabat Santoso sewaktu madrasah tsanawiyah, Abdul Manan, Santoso sosok yang jahil dan suka membolos. Terkait masalah agama menurut Abdul Manan biasa saja. Setamat sekolah Abdul Manan hilang kontak dengan Santoso.

Sekelumit pribadi Santoso tersebut tak disangka kini menjadi teroris yang diburu oleh Densus 88.

Aksi Kelompok Santoso

Santoso dan militernya melakukan tiga kali sesi latihan di bulan Januari, Maret dan Mei 2011. Ketika sesi latihan ketiga, dia membutuhkan banyak senjata. Akhirnya dia mengirimkan laskar penembak bank di Palu akibatnya dua anggota polisi tewas.

Setahun yang lalu 10 Juli 2013 dia mengunggah video “Mujahideen of East Indonesia presents A Risaalah For The Muslims in Poso urging Jihad against the evil Densus 88 “ . durasi video ini 6 menit 3 detik.

Dalam video yang beredar di internet, Santoso ‘Komandan Mujahidin Indonesia Timur’ mengajak kamum muslimin untuk bersatu dan bangkit melawan Densus 88, yang dia klaim boneka Amerika Serikat.  surat tantangan kepada Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk perang. Dalam surat itu, Santoso disebut sebagai Komandan Mujahidin Indonesia Timur.

Media

back to top