Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik
Surabaya – KoPi | Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali agar TNI dan Polri bersikap profesional dan menjauhi politik praktis. SBY mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa transisi, dan profesionalitas TNI dan Polri dibutuhkan dalam mengawal Republik Indonesia menjadi negara maju.
 

“Para jenderal, marsekal, dan laksamana aktif, termasuk para petinggi Polri tidak boleh tergoda untuk masuk ke politik kekuasaan,” ujar SBY di Surabaya (10/2).

Ia juga mengingatkan hal sebaliknya, agar pihak sipil juga jangan menarik-narik petinggi TNI dan Polri memasuki wilayah politik praktis. Jangan sampai partai politik, politisi, dan presiden menyeret-nyeret Polri dan TNI demi memenuhi kepentingan politik masing-masing.

“Kalau ini terjadi ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap reformasi institusi TNI dan Polri,” tegas SBY. Menurutnya, itu adalah sebuah kemunduran dalam tatanan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para politisi.

“Godaan yang bisa terjadi di masa transisi ini adalah niatan untuk kembali ke era otoritarian yang dulu telah kita koreksi,” ucap mantan Menkopolhukam pada era Megawati tersebut. Ia mengungkapkan pernah ada ide-ide untuk kembali ke masa otoritarian seperti di masa lalu.

SBY saat itu berpidato dalam acara pengukuhan mahasiswa baru Universitas Airlangga program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Di hadapan 500-an mahasiswa baru, SBY menyampaikan kuliah umum berjudul “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Relasinya dengan Politik Nasional”.

 

back to top