Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik
Surabaya – KoPi | Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali agar TNI dan Polri bersikap profesional dan menjauhi politik praktis. SBY mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa transisi, dan profesionalitas TNI dan Polri dibutuhkan dalam mengawal Republik Indonesia menjadi negara maju.
 

“Para jenderal, marsekal, dan laksamana aktif, termasuk para petinggi Polri tidak boleh tergoda untuk masuk ke politik kekuasaan,” ujar SBY di Surabaya (10/2).

Ia juga mengingatkan hal sebaliknya, agar pihak sipil juga jangan menarik-narik petinggi TNI dan Polri memasuki wilayah politik praktis. Jangan sampai partai politik, politisi, dan presiden menyeret-nyeret Polri dan TNI demi memenuhi kepentingan politik masing-masing.

“Kalau ini terjadi ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap reformasi institusi TNI dan Polri,” tegas SBY. Menurutnya, itu adalah sebuah kemunduran dalam tatanan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para politisi.

“Godaan yang bisa terjadi di masa transisi ini adalah niatan untuk kembali ke era otoritarian yang dulu telah kita koreksi,” ucap mantan Menkopolhukam pada era Megawati tersebut. Ia mengungkapkan pernah ada ide-ide untuk kembali ke masa otoritarian seperti di masa lalu.

SBY saat itu berpidato dalam acara pengukuhan mahasiswa baru Universitas Airlangga program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Di hadapan 500-an mahasiswa baru, SBY menyampaikan kuliah umum berjudul “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Relasinya dengan Politik Nasional”.

 

back to top