Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?
Surabaya – KoPi| KPU Kota Surabaya mengaku belum melakukan persiapan teknis apapun untuk pemilihan wali kota Surabaya. Pasalnya KPU masih menunggu masih menunggu revisi UU Pilkada yang baru. “Sama saja di KPU mana pun, masih menunggu revisi UU Pilkada. Jadi kami masih belum bisa apa-apa,” kata Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya (5/2).
 

Akibatnya, Robiyan juga belum mengetahui secara pasti kapan jadwal pilwali Surabaya diadakan. Selama ini pelaksanaan pilwali Surabaya sendiri masih simpang siur, antara Desember 2015 atau justru pada tahun 2016. 

“Kalau revisi UU tersebut bisa selesai lebih cepat, tentu pilwali juga akan segera dilaksanakan,” tukasnya. Meski demikian, ia menegaskan KPU Kota Surabaya akan siap kapan saja. “Bahkan kalau pemerintah minta diadakan besok juga kami siap,” selorohnya.

Menurutnya, KPU hanyalah berperan sebagai penyelanggara pelaksanaan pilwali. Mengenai masalah peraturan, ia menyerahkan segalanya ke pusat. “Ya kami ini kan istilahnya cuma sebagai EO (event organizer). Yang punya kepentingan kan ya para calon waklikota itu. Selama peraturannya masih belum ada ya event ini juga belum akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Masa jabatan Walikota Surabaya seharusnya berakhir pada bulan Oktober 2015 ini. Jika pemilu baru digelar pada Desember 2015 atau bahkan 2016, tentu saja akan ada pejabat pelaksana tugas yang menggantikan untuk sementara.

 

back to top