Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?
Surabaya – KoPi| KPU Kota Surabaya mengaku belum melakukan persiapan teknis apapun untuk pemilihan wali kota Surabaya. Pasalnya KPU masih menunggu masih menunggu revisi UU Pilkada yang baru. “Sama saja di KPU mana pun, masih menunggu revisi UU Pilkada. Jadi kami masih belum bisa apa-apa,” kata Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya (5/2).
 

Akibatnya, Robiyan juga belum mengetahui secara pasti kapan jadwal pilwali Surabaya diadakan. Selama ini pelaksanaan pilwali Surabaya sendiri masih simpang siur, antara Desember 2015 atau justru pada tahun 2016. 

“Kalau revisi UU tersebut bisa selesai lebih cepat, tentu pilwali juga akan segera dilaksanakan,” tukasnya. Meski demikian, ia menegaskan KPU Kota Surabaya akan siap kapan saja. “Bahkan kalau pemerintah minta diadakan besok juga kami siap,” selorohnya.

Menurutnya, KPU hanyalah berperan sebagai penyelanggara pelaksanaan pilwali. Mengenai masalah peraturan, ia menyerahkan segalanya ke pusat. “Ya kami ini kan istilahnya cuma sebagai EO (event organizer). Yang punya kepentingan kan ya para calon waklikota itu. Selama peraturannya masih belum ada ya event ini juga belum akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Masa jabatan Walikota Surabaya seharusnya berakhir pada bulan Oktober 2015 ini. Jika pemilu baru digelar pada Desember 2015 atau bahkan 2016, tentu saja akan ada pejabat pelaksana tugas yang menggantikan untuk sementara.

 

back to top