Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Reshuffle titipan partai politik Featured

Reshuffle titipan partai politik
Surabaya – KoPi | Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan adanya rencana perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja kabinet. Ada dugaan sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) turut mendorong adanya reshuffle.

Menurut Dr. Ulul Albab, MS., dosen Administrasi Negara Universitas Dr. Soetomo Surabaya, isu reshuffle ini akan dimanfaatkan dengan baik oleh Jokowi. Ada pandangan parpol yang tergabung dalam KMP mulai tidak solid.

“Ini bisa dimanfaatkan Jokowi untuk mengambil tokoh KMP untuk bersama di bawah kekuasannya. Sehingga sangat mungkin reshuffle nanti ada nama baru yang muncul dari anggota KMP,” ujar Ulul.

Ulul menilai reshuffle saat ini sangat berbanding terbalik dengan pemerintahan yang sebelumnya. Menurutnya, reshuffle dilandasi atas ketidakpuasan presiden pada menterinya yang tidak bekerja dengan baik. “Namun saat ini, reshuffle merupakan titipan politik. Partai politik mulai bermain peran untuk kepentingan pemilu 2019 mendatang,” ujarnya.

Jokowi sebagai presiden dinilai tidak dominan dalam menentukan kebijakan reshuffle kabinet. Adanya bisikan dari sekitar membuat keputusan Jokowi hanya sekedar ucapan. Masyarakat yang menilai secara mentah akan beranggapan negatif dengan keputusan tersebut.

“Reshuffle merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan citra Jokowi yang jatuh di mata masyarakat. Jokowi harus merangkul suara-suara sumbang di sekitarnya, memperbaiki komunikasi dan mensoliskan internal,” ujar Ulul. | Labibah

back to top