Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Reshuffle setiap bulan itu perlu!

Reshuffle setiap bulan itu perlu!
Surabaya – KoPi | Isu reshuffle atau perombakan kabinet mulai ramai di kalangan masyrakat. Meskipun Presiden Jokowi sendiri belum mengumumkan secara resmi, namun Wakil Presiden Jusuf Kalla kerap mengisyaratkan rencana reshuffle kabinet.

Menanggapi isu tersebut, dosen Administrasi Negara Unversitas Dr Soetomo Surabaya Dr. Ulul Albab, MS., mengatakan Jokowi harus mengambil kebijakan yang tepat. Menurutnya, reshuffle perlu dilakukan secara bertahap. Tidak hanya dilakukan pada satu momentum khusus.

“Kalau perlu reshuffle setiap bulan. Jangan langsung serentak begitu” ujarnya. Ulul menilai negara akan menjadi lebih segar jika reshuffle dilakukan secara berkala.

Jika memang reshuffle diadakan setiap bulan, Jokowi perlu memanggil para menteri yang kinerjanya buruk. Tapi tidak merta langsung di-reshuffle, melainkan diberi peringatan keras yang membuat para menteri sadar untuk memperbaiki kinerjanya.

“Jokowi harus tegas, beri penekanan pada beberapa menteri yang dianggap buruk kinerjanya. Lalu reshuffle satu menteri yang urgent harus diganti saat itu juga. Menteri yang belum di-reshuffle akan merasa tertekan, sehingga pastinya akan memperbaiki kinerjanya,” ujar Ulul.

Ulul yakin dengan adanya kebijkakan reshuffle setiap bulan, kinerja menteri akan semakin baik. Sebelumnya, ia meyakini reshuffle merupakan bentuk komunikasi yang buruk antara Jokowi dengan Menteri. Karena itu reshuffle setiap bulan merupakan langkah yang tepat untuk memperbaiki komunikasi yang buruk tersebut.

Reshuffle itu sendiri harus berdasarkan tiga faktor, yaitu jika kebijakan menteri tidak sesuai arahan presiden, menteri tidak kompeten, dan menteri tidak berhasil mencapai target. “Jangan sampai reshuffle hanya indikasi bentuk permainan partai politik. Harus benar-benar dilandasi ketiga alasan tersebut,” ujar Ulul. | Labibah

back to top