Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka
Surabaya - KoPi | Calon walikota Surabaya yang diusung oleh Partai Demokrat, Rasiyo, menyatakan siap menantang walikota petahana Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya mendatang.
 

"Saya berterimakasih pada semua pihak yang mendukung saya untuk maju sebagai calon walikota, sehingga saya jadi punya keyakinan. Saya mohon doanya," ucap Rasiyo saat jumpa pers dengan wartawan usai mendaftarkan diri di KPU Surabaya (11/8).

Rasiyo yakin ia akan mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama rekan sesama guru dan mantan-mantan siswanya dulu. Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Rasiyo sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dan kepala sekolah di salah satu SMA.

Rasiyo mengatakan langkah selanjutnya adalah membentuk tim sukses dan mematuhi tatatertib partai. "Berbeda dengan Mas Dhimam yang mengajukan diri, saya justru dilamar oleh partai. Berarti partai punya pertimbangan-pertimbangan tertentu," ungkapnya.

Karena itu, ia menepis anggapan bahwa ia maju hanya sebagai calon boneka. Partai memilihnya karena punya harapan dirinya bisa menandingi atau setidaknya menyamai kepopuleran Tri Rismaharini. "Saya sudah punya pengalaman di birokrasi dan sudah dikenal masyarakat. Kalau ada suara-suara di masyarakat yang menyatakan saya calon boneka, saya yakin tidak seperti itu. Karena partai juga tidak sembarangan," ujarnya.

back to top