Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...
Surabaya - KoPi | Surabaya memiliki calon walikota dan wakil walikkota baru pada pilkada desember mendatang. Sempat menjadi calon tunggal, pasangan Risma-Whisnu kini harus bersaing dengan pasangan yang diusung oleh partai Demokrat-PAN. 

Rasiyo  merupakan mantan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diusung oleh Demokrat untuk menadi calon walikota Surabaya. Ia  menggandeng Dhimam Abror yang merupakan mantan Ketua PWI Jatim yang diusung oleh partai PAN.

Pasangan yang mendaftar di akhir penutupan pendaftaran ini memunculkan beberapa spekulasi. Anggapan mengenai boneka politik terhadap pasangan tersebut menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Sebelumnya, jika Risma-Whisnu merupakan calon tunggal, maka pilkada Surabaya harus ditunda sampai 2017 mendatang.

“Agak sulit mengatakan mereka hanya boneka. Lebih pas dikatakan sebagai bentuk kompromi antara PDIP dengan Demokrat yang berkaitan dengan Pilkada Pacitan”  ujar Fahrul Muzaqqi selaku pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya.

Fahrul mengaitkan Pilkada Surabaya dengan Pilkada di Pacitan yang juga memunculkan calon tunggal dari Demokrat sebelumnya.

“Di Surabaya PDIP mengusung Risma-Whisnu diberikan ‘lawan’ dari Demokrat Dihimam-Rasiyo. Sebaliknya di Pacitan, Demokrat punya calon pasangan yang diberikan ‘lawan’ calon pasangan dari PDIP. Ya semacam tukar guling lah” kata Fahrul kepada KoPi rabu (12/8).

Fahrul sendiri menilai bahwa pasangan Rasiyo-Dhimam bukan lawan yang enteng bagi Risma-Whisnu. Melihat sosok keduanya yang sudah menasional seperti Risma dan juga memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.

Sebelumnya, Dhimam Abror diusung oleh PAN sebagai calon walikota yang didampingi oleh Haris Purwoko sebagai calon wakil walikota. Namun, ditengah proses pendaftaran Haris kabur dengan alasan tidak mendapat izin dari keluarga. | Labibah

back to top