Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...
Surabaya - KoPi | Surabaya memiliki calon walikota dan wakil walikkota baru pada pilkada desember mendatang. Sempat menjadi calon tunggal, pasangan Risma-Whisnu kini harus bersaing dengan pasangan yang diusung oleh partai Demokrat-PAN. 

Rasiyo  merupakan mantan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diusung oleh Demokrat untuk menadi calon walikota Surabaya. Ia  menggandeng Dhimam Abror yang merupakan mantan Ketua PWI Jatim yang diusung oleh partai PAN.

Pasangan yang mendaftar di akhir penutupan pendaftaran ini memunculkan beberapa spekulasi. Anggapan mengenai boneka politik terhadap pasangan tersebut menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Sebelumnya, jika Risma-Whisnu merupakan calon tunggal, maka pilkada Surabaya harus ditunda sampai 2017 mendatang.

“Agak sulit mengatakan mereka hanya boneka. Lebih pas dikatakan sebagai bentuk kompromi antara PDIP dengan Demokrat yang berkaitan dengan Pilkada Pacitan”  ujar Fahrul Muzaqqi selaku pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya.

Fahrul mengaitkan Pilkada Surabaya dengan Pilkada di Pacitan yang juga memunculkan calon tunggal dari Demokrat sebelumnya.

“Di Surabaya PDIP mengusung Risma-Whisnu diberikan ‘lawan’ dari Demokrat Dihimam-Rasiyo. Sebaliknya di Pacitan, Demokrat punya calon pasangan yang diberikan ‘lawan’ calon pasangan dari PDIP. Ya semacam tukar guling lah” kata Fahrul kepada KoPi rabu (12/8).

Fahrul sendiri menilai bahwa pasangan Rasiyo-Dhimam bukan lawan yang enteng bagi Risma-Whisnu. Melihat sosok keduanya yang sudah menasional seperti Risma dan juga memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.

Sebelumnya, Dhimam Abror diusung oleh PAN sebagai calon walikota yang didampingi oleh Haris Purwoko sebagai calon wakil walikota. Namun, ditengah proses pendaftaran Haris kabur dengan alasan tidak mendapat izin dari keluarga. | Labibah

back to top