Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Raperdais DIY diharapkan mampu menjawab permasalahan sosial

dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto

Jogjakarta-KoPi| Permasalahan tata ruang DIY menjadi perbincangan hangat masyarakat. Pasalnya dari tahun ke tahun ruang dan lahan di DIY semakin tergerus dengan pembangunan. Banyaknya pembangunan yang terjadi lebih ke arah komersil yang hampir tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam momen pembahasan Raperdais Keistimewaan DIY, pemerintah daerah mengkonsep pembangunan DIY berasakan keistimewaan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto dari sisi hukum positif Raperdais memilki nilai-nilai mampu menjawab permasalahan saat ini. Salah satunya mengenai masalah tata ruang yang banyak menimbulkan masalah fenomena sosial.

“(Raperdais) Tata ruang bisa menjawab fenomena sosial. Serta pemanfaatan ruang didemokratisasikan. Bila ada persaingan pun tetap fair,” tutur Tavip saat diskusi “Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pukul 10.30 Wib.

Tavip menambahkan penggodokan Raperdais yang masih dalam proses, memberi ruang bagi masyarakat untuk berpendapat. Masyarakat bisa terlibat mengendalikan arah regulasi yang lebih baik.

Sementara staf Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM), Hananto menjelaskan perumusan Raperdais nanti kental dengan atribut-atribut keistimewaan. Pemda DIY akan memfokuskan pembangunan pada pengembalian nilai-nilai keistimewaan Jogjakarta.

“Di DIY ada Perdais yang menyangkut penataan ruang, Ini belum final. Perda ini betul-betul mengarah pada Jogja istimewa,” tutur Hananto. |Winda Efanur FS|

back to top