Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

Raperdais DIY diharapkan mampu menjawab permasalahan sosial

dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto

Jogjakarta-KoPi| Permasalahan tata ruang DIY menjadi perbincangan hangat masyarakat. Pasalnya dari tahun ke tahun ruang dan lahan di DIY semakin tergerus dengan pembangunan. Banyaknya pembangunan yang terjadi lebih ke arah komersil yang hampir tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam momen pembahasan Raperdais Keistimewaan DIY, pemerintah daerah mengkonsep pembangunan DIY berasakan keistimewaan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto dari sisi hukum positif Raperdais memilki nilai-nilai mampu menjawab permasalahan saat ini. Salah satunya mengenai masalah tata ruang yang banyak menimbulkan masalah fenomena sosial.

“(Raperdais) Tata ruang bisa menjawab fenomena sosial. Serta pemanfaatan ruang didemokratisasikan. Bila ada persaingan pun tetap fair,” tutur Tavip saat diskusi “Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pukul 10.30 Wib.

Tavip menambahkan penggodokan Raperdais yang masih dalam proses, memberi ruang bagi masyarakat untuk berpendapat. Masyarakat bisa terlibat mengendalikan arah regulasi yang lebih baik.

Sementara staf Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM), Hananto menjelaskan perumusan Raperdais nanti kental dengan atribut-atribut keistimewaan. Pemda DIY akan memfokuskan pembangunan pada pengembalian nilai-nilai keistimewaan Jogjakarta.

“Di DIY ada Perdais yang menyangkut penataan ruang, Ini belum final. Perda ini betul-betul mengarah pada Jogja istimewa,” tutur Hananto. |Winda Efanur FS|

back to top