Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Polisi Hoegeng Vs Kapolri pilihan Jokowi

Polisi Hoegeng Vs Kapolri pilihan Jokowi

KoPi| Jokowi mengajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR RI. Oleh kalangan media, Budi Gunawan dianggap pilihan yang kontroversi. Selain tidak memiliki prestasi yang cukup bagus, Budi dicurigai tidak bersih karena memiliki kekayaan yang luar biasa. Rekeningnya tercatat sekitar 22,6 Milyar rupiah. Media menyebut pilihan Jokowi adalah perintah Megawati Soekarno Putri.

Berbeda dengan Budi Gunawan atau mantan para Kapolri yang selalu tampak bergelimang harta, Hoegeng Imam Santosa adalah sosok jenderal yang sangat sederhana dan bersih lahir batin. Polisi ini sulit ditandingi bahkan sekedar untuk diteladani. Seperti kata Gus Dur, “di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi, kedua polisi tidur dan ketiga Hoegeng Imam Santosa.”

Tetapi, masyarakat tidak boleh bersikap apriori. Mungkin Budi Gunawan pada kesempatan menjabatnya besok tidak seperti yang dikuatirkan banyak pihak. Budi Gunawan kita harapkan bisa menjadi sosok bayangan Hogeng Imam Santosa. Bersih dan penuh prestasi. Barangkali Jokowi punya alasan seperti itu. Menunjuk Budi Gunawan seolah (berharap) sebagai Hogeng Imam Santosa. 

Berikut adalah sosok Jenderal Hoegeng Imam Santosa, mantan Kapolri yang legendaris.

Prestasi Hoegeng Iman Santosa

Hoegeng Iman Santoso lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 14 Oktober 1921. Dia adalah tokoh polisi hebat yang pernah dimilki Indonesia. Dia menjabat sebagai Kepala kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 - 1971. Ada banyak gebarakan yang dilakukan Hoegeng dalam dunia kepolisian Indonesia baik itu dalam struktur organisasi maupun kinerja lapangan.  

Tolak rayuan pengusaha cantik

Polisi jujur ini pernah dirayu seorang pengusaha cantik keturunan Makassar-Tionghoa yang terlibat kasus penyelundupan. “manisnya senyuman” itu meminta Hoegeng agar menutup kasusnya ke pengadilan. Berbagai hadiah dialamatkan ke rumahnya, dengan tegas Hoegeng menolak hadiah-hadiah tersebut.

Mengatur lalu lintas di perempatan

Meskipun berpangkat jenderal bintang empat, Hoegeng tak segan-segan turun ke jalan mengurai kemacetan.  baginya seorang polisi adalah pelayan masyarakat. karena prinsip itulah Hoegeng tak pernah malu, turun sendiri di lapangan. 

Babat tanpa pandang bulu

Sudah menjadi rahasia umum Banyak aparat hukum yang harusnya mengakan hukum malah menjadi beking perjudian hingga menjadi bodyguard mereka. 

Seperti kasus tahun 1955, dipindah tugaskan ke Medan. Di Medan tengah terjadi kasus penyelundupan dan perjudian. Para Bandar telah menyuap beberapa aparat hukum seperti polisi, tentara, dan jaksa. Mereka dihujani bingkisan dari mobil, uang, hingga wanita.

Berbeda dengan rekannya, Polisi hebat ini lagi-lagi tetap maju dan membongkar kasus ini. Demi melumpuhkan aksi Hoegeng  dikirimi aneka hadiah,dan lagi dia menolak hadiah tersebut. 

Hoegeng dan pemerkosaan Sum Kuning

Kasus ini tentang pemerkosaan yang dialami oleh Sumarijem pada 21 September 1970 . Sumarijem wanita usia 18 tahun yang berprofesi sebagai penjual telur ayam. 

Sumarijem menuturkan kepada salah seorang wartawan  

Dalam pengakuannya kepada wartawan, Sum mengaku disuruh mengakui cerita yang berbeda dari versi sebelumnya. Kasus ini diduga melibatkan anak-anak pejabat berpengaruh. Posisi Sum semakin terjepit, isu pembersihan PKI pemerintahan Soeharto digunakan untuk menuduh Sum anggota Gerwani. 

Hoegeng terus memantau dan membebaskan Sum. Sehari setelah Sum bebas dia melakukan koordinasi dengan pejabat terkait. Dia menegaskan kepada mereka, “Perlu diketahui bahwa kita tidak gentar menghadapi orang-orang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi kalau salah tetap kita tindak,” tegas Hoegeng. 

Hoegeng sadar, ada kekuatan besar untuk membuat kasus ini menjadi bias. Tanggal 2 Oktober 1971, Hoegeng dipensiunkan sebagai Kapolri. Beberapa pihak menilai Hoegeng sengaja dipensiunkan untuk menutup kasus ini.  |Biografi Hoegeng|Winda Efanur FS|

 

back to top