Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pimpinan DPR dikuasai KMP

foto: www.channelnewsasia.com foto: www.channelnewsasia.com
Jakarta-KoPi. Pada hari Rabu (1/10/14) kemarin sidang pertama DPR periode 2014-2019 telah menentukan struktur pimpinan DPR. Secara keseluruhan diambil oleh koalisi pendukung Prabowo. Struktur pimpinan ini sangat berbeda dari sebelumnya yang biasanya terdiri dari representasi parpol-parpol pemenang pemilu.

Ketua DPR terpilih adalah Setya Novanto dari Partai Golkar, kemudian wakil pimpinan DPR adalah Fahri Hamzah dari PKS, Agus Hermanto dari Partai Demokrat, Taufik Kurniawan dari fraksi Partai PAN, dan Fadli Zon dari fraksi Partai Gerindra. Pimpinan sidang tersebut adalah paket yang diusulkan dari fraksi Partai Golkar, Ade Komaruddin.

Koalisi PDI Perjuangan, termasuk PKB, Nasdem, dan Hanura melakukan aksi walk-out dari sidang karena aspirasi tidak didengar.

Menurut Novri Susan, pengamat konflik politik dari Universitas Airlangga komposisi pimpinan DPR merupakan aksi balas dendam koalisi merah putih yang mendukung Prabowo, paska kekalahan pilpres 2014. Walaupun menurutnya, terkesan mengabaikan etika politik.

"Komposisi pimpinan DPR periode lalu lebih mengakomodasi unsur-unsur partai pemenang pemilu. Namun kali ini tampaknya dorongan menguasai DPR secara penuh sangat besar. Sangat disayangkan niat politiknya."

Novri melanjutkan bahwa komposisi pimpinan DPR tersebut harus diterima sebagai realitas politik. Pada kasus Indonesia, koalisi oposisi menguasai lembaga perwakilan rakyat. Risiko cukup besar, terutama kebijakan-kebijakan Joko Widodo akan mendapat banyak ganjalan. Apalagi koalisi pendukung Prabowo memandang Jokowi dari kacamata kebencian politis, ujarnya.

"Saat ini baik atau buruknya perpolitikan Indonesia akan banyak ditentukan oleh kemauan rakyat berpartisipasi secara langsung, mengontrol para anggota dewan dan pemerintahan eksekutif. Kecuali jika ingin bangsa ini hidup dalam instabilitas dan carut marut selama lima tahun mendatang".*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top