Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Pimpinan DPR dikuasai KMP

foto: www.channelnewsasia.com foto: www.channelnewsasia.com
Jakarta-KoPi. Pada hari Rabu (1/10/14) kemarin sidang pertama DPR periode 2014-2019 telah menentukan struktur pimpinan DPR. Secara keseluruhan diambil oleh koalisi pendukung Prabowo. Struktur pimpinan ini sangat berbeda dari sebelumnya yang biasanya terdiri dari representasi parpol-parpol pemenang pemilu.

Ketua DPR terpilih adalah Setya Novanto dari Partai Golkar, kemudian wakil pimpinan DPR adalah Fahri Hamzah dari PKS, Agus Hermanto dari Partai Demokrat, Taufik Kurniawan dari fraksi Partai PAN, dan Fadli Zon dari fraksi Partai Gerindra. Pimpinan sidang tersebut adalah paket yang diusulkan dari fraksi Partai Golkar, Ade Komaruddin.

Koalisi PDI Perjuangan, termasuk PKB, Nasdem, dan Hanura melakukan aksi walk-out dari sidang karena aspirasi tidak didengar.

Menurut Novri Susan, pengamat konflik politik dari Universitas Airlangga komposisi pimpinan DPR merupakan aksi balas dendam koalisi merah putih yang mendukung Prabowo, paska kekalahan pilpres 2014. Walaupun menurutnya, terkesan mengabaikan etika politik.

"Komposisi pimpinan DPR periode lalu lebih mengakomodasi unsur-unsur partai pemenang pemilu. Namun kali ini tampaknya dorongan menguasai DPR secara penuh sangat besar. Sangat disayangkan niat politiknya."

Novri melanjutkan bahwa komposisi pimpinan DPR tersebut harus diterima sebagai realitas politik. Pada kasus Indonesia, koalisi oposisi menguasai lembaga perwakilan rakyat. Risiko cukup besar, terutama kebijakan-kebijakan Joko Widodo akan mendapat banyak ganjalan. Apalagi koalisi pendukung Prabowo memandang Jokowi dari kacamata kebencian politis, ujarnya.

"Saat ini baik atau buruknya perpolitikan Indonesia akan banyak ditentukan oleh kemauan rakyat berpartisipasi secara langsung, mengontrol para anggota dewan dan pemerintahan eksekutif. Kecuali jika ingin bangsa ini hidup dalam instabilitas dan carut marut selama lima tahun mendatang".*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top