Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Pilwali 2015, Risma, dan tunggangan bantengnya

Pilwali 2015, Risma, dan tunggangan bantengnya
Surabaya – KoPi | Lima tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Surabaya Tri Rismaharini diyakini akan kembali maju pada pemilu walikota Surabaya 9 Desember mendatang. Namun, apakah PDI-P akan kembali mencalonkan sosok mereka yang usung pada pemilu walikota 2009 lalu?

Popularitas Risma menanjak sejak menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Surabaya. PDI-P sebagai salah satu parpol besar di Surabaya saat itu meyakini bahwa Risma menjadi magnet untuk memenangi pemilu 2009.

Namun, setelah menjabat menjadi walikota, komunikasi yang terjalin antar Risma dengan PDI-P terlihat buruk. Bahkan, beberapa kebijakan Risma bertentangan dengan kepentingan partai politik pengusungnya. Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya Sukadar, pernah menyatakan bahwa Risma tidak memiliki sumbangsih pada intern partai itu sendiri.

Menurut Fahrul Muzaqqi, dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, kehadiran Risma di PDIP bukan sebagai kader murni. Karena itu ikatan ideologinya naik turun dan tidak sebesar ikatan kader murni dari PDI-P. Hal itu pula yang menyebabkan beberapa kebijakan Risma bertentangan dengan keinginan partai.

Fahrul berpendapat masih ada 50% kemungkinan PDI-P akan kembali mencalonkan Risma sebagai pemimpin Surabaya. Namun ada juga kemungkinan lain, yaitu PDIP mencalonkan nama lain yang popularitasnya seimbang dengan Risma. “Saya kira Wisnu Sakti Buana yang akan menjadi kandidat PDI-P menggantikan Risma,” ujar Fahrul. | Labibah

back to top