Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pengamat Politik Unair: Demokrat menjadi balancing power

Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P
Surabaya-Kopi. Partai Demokrat menyatakan tetap berada dalam barisan koalisasi merah putih. Sebagaimana Max Spacua siarkan kepada pers hari Minggu lalu (3/8/14). Terkait hal ini, KoPi melakukan wawancara singkat dengan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi, SI.P., MI.P (FM).
 

KoPi: Apa tanggapan Anda tentang kemungkinan Demokrat sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-JK?

FM: Saya pikir secara politik justru agak kurang menguntungkan bagi Demokrat karena setidaknya sudah dua periode partai ini yang menjadi pengendali pemerintahan. Dari situ perjalanan visi-misi yang dijalankan oleh SBY maupun Demokrat sendiri sudah relatif banyak sehingga lebih bermanfaat untuk keberlanjutan visi, misi dan program apabila Demokrat merapat pula ke PDIP utk meneruskan itu.

KoPi: Bukankah Demokrat perlu konsisten dan demokrasi membutuhkan oposisi?

FM: Iya, tentu perlu dimaklumi juga bahwa dalam demokrasi oposisi yang sehat juga diperlukan. Di sini Demokrat bisa memainkan peran sebagai balancing power dalam lingkaran partai-partai oposisi.

KoPi: Apakah Demokrat bisa menjadi oposan yang tidak sekedar asal berbeda?

FM: Melihat selama ini track record Demokrat sebagai partai sangat berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah politis, memang perlu menjadi kekuatan oposisi yang konstruktif. Apabila melihat komposisi partai-partai di sekitar Gerindra, Demokrat merupakan satu-satunya partai yang relatif lebih hati-hati dan kepala dingin. (*)

Irfan

back to top