Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Pengamat Politik Unair: Demokrat menjadi balancing power

Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P
Surabaya-Kopi. Partai Demokrat menyatakan tetap berada dalam barisan koalisasi merah putih. Sebagaimana Max Spacua siarkan kepada pers hari Minggu lalu (3/8/14). Terkait hal ini, KoPi melakukan wawancara singkat dengan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi, SI.P., MI.P (FM).
 

KoPi: Apa tanggapan Anda tentang kemungkinan Demokrat sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-JK?

FM: Saya pikir secara politik justru agak kurang menguntungkan bagi Demokrat karena setidaknya sudah dua periode partai ini yang menjadi pengendali pemerintahan. Dari situ perjalanan visi-misi yang dijalankan oleh SBY maupun Demokrat sendiri sudah relatif banyak sehingga lebih bermanfaat untuk keberlanjutan visi, misi dan program apabila Demokrat merapat pula ke PDIP utk meneruskan itu.

KoPi: Bukankah Demokrat perlu konsisten dan demokrasi membutuhkan oposisi?

FM: Iya, tentu perlu dimaklumi juga bahwa dalam demokrasi oposisi yang sehat juga diperlukan. Di sini Demokrat bisa memainkan peran sebagai balancing power dalam lingkaran partai-partai oposisi.

KoPi: Apakah Demokrat bisa menjadi oposan yang tidak sekedar asal berbeda?

FM: Melihat selama ini track record Demokrat sebagai partai sangat berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah politis, memang perlu menjadi kekuatan oposisi yang konstruktif. Apabila melihat komposisi partai-partai di sekitar Gerindra, Demokrat merupakan satu-satunya partai yang relatif lebih hati-hati dan kepala dingin. (*)

Irfan

back to top