Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Partai Demokrat hapus jabatan Ketua Harian

Partai Demokrat hapus jabatan Ketua Harian
Surabaya - KoPi | Perkembangan menarik terjadi pada hari terakhir Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya, DPP Partai Demokrat memastikan akan menghapus jabatan ketua harian dalam struktur kepengurusan. Penghapusan jabatan ketua harian tersebut disahkan dalam Kongres IV Partai Demokrat yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya (13/5).
 

"Hasil rapat komisi merekomendasikan ketua harian dicabut. Itu rekomendasi DPC dan DPP," ujar politikus Demokrat, Herman Khaeron, di Hotel Shangri-La.

Khaeron mengatakan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat yang ada di Indonesia tidak menghendaki adanya jabatan Ketua Harian dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat periode 2015-2020.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Menurut Soekarwo, saat ini Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia. Dengan demikian SBY dapat secara penuh mencurahkan waktunya untuk Partai Demokrat.

Selain itu, lanjut Karwo, jabatan ketua harian perlu dihilangkan untuk memotong birokrasi politik dalam kepengurusan Demokrat. Selama ini adanya posisi ketua harian membuat birokrasi politik menjadi panjang.

"Jadi perlu dipangkas birokrasinya agar lebih mudah. Tapi ini bukan karena ada miss-komunikasi antara ketua harian dengan ketua umum," terang Karwo.

Pada hari pertama, Kongres Partai Demokrat telah menyepakati tata tertib Kongres, lalu menyetujui Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Umum, dan dilanjutkan dengan proses pemilihan Ketua Umum. Hasilnya, Kongres secara aklamasi kembali menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2015-2020.

back to top