Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Modal Risma-Wisnu lebih kuat untuk lawan Rasiyo-Dhimam

Modal Risma-Wisnu lebih kuat untuk lawan Rasiyo-Dhimam
Surabaya - KoPi | Meski sama-sama memiliki modal dalam birokrasi pemerintahan, walikota petahana Tri Rismaharini dianggap memiliki keuntungan lebih dibandingkan penantangnya, yaitu pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid. Keuntungan tersebut adalah posisinya sebagai petahana.
 

"Risma sekarang posisinya sebagai incumbent (petahana). Pasti pounya modal sosial yang relatif lebih menguntungkan," ujar pengamat komunikasi politik Suko Widodo (13/8). Apalagi, Risma memiliki program-program yang sudah berjalan dan sudah terbukti. Rasiyo, di sisi lain, meski pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, masih belum terlalu dikenal publik. 

Jika dilihat sepintas, posisi Rasiyo saat ini sama dengan posisi Risma saat pertama kali mencalonkan diri sebagai walikota Surabaya. Kala itu, Risma yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya juga masih belum banyak dikenal publik. Namun, Risma berhasil memenangi pilwali dan merebut kursi walikota.

"Sekilas memang mirip dengan posisi Rasiyo sama dengan Risma dulu. Tapi sebenarnya beda. Dulu Risma berpasangan dengan walikota petahana Bambang D.H. sebagai wakilnya, jadi saat itu ia punya modal lebih," jelas Suko.

 

back to top