Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Modal Risma-Wisnu lebih kuat untuk lawan Rasiyo-Dhimam

Modal Risma-Wisnu lebih kuat untuk lawan Rasiyo-Dhimam
Surabaya - KoPi | Meski sama-sama memiliki modal dalam birokrasi pemerintahan, walikota petahana Tri Rismaharini dianggap memiliki keuntungan lebih dibandingkan penantangnya, yaitu pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid. Keuntungan tersebut adalah posisinya sebagai petahana.
 

"Risma sekarang posisinya sebagai incumbent (petahana). Pasti pounya modal sosial yang relatif lebih menguntungkan," ujar pengamat komunikasi politik Suko Widodo (13/8). Apalagi, Risma memiliki program-program yang sudah berjalan dan sudah terbukti. Rasiyo, di sisi lain, meski pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, masih belum terlalu dikenal publik. 

Jika dilihat sepintas, posisi Rasiyo saat ini sama dengan posisi Risma saat pertama kali mencalonkan diri sebagai walikota Surabaya. Kala itu, Risma yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya juga masih belum banyak dikenal publik. Namun, Risma berhasil memenangi pilwali dan merebut kursi walikota.

"Sekilas memang mirip dengan posisi Rasiyo sama dengan Risma dulu. Tapi sebenarnya beda. Dulu Risma berpasangan dengan walikota petahana Bambang D.H. sebagai wakilnya, jadi saat itu ia punya modal lebih," jelas Suko.

 

back to top