Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menolak pemimpin eksklusif, siapa dia?

foto: www.indonesiakaya.com foto: www.indonesiakaya.com

KoPi. Salah satu model pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah pemimpin transformatif, bukan eksklusif. Pemimpin inklusif secara politik tidak berjarak dari rakyatnya, selalu terbuka pada setiap upaya dialog, tidak menolak perbedaan identitas, dan memperjuangkan kesejahteraan publik.

Demikian rangkuman diskusi kepemimpinan di Sociology Center Departemen Sosiologi FISIP Unair hari ini (4/6/14). Diskusi dihadiri oleh beberap dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Unair, aktivis mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswa.

Pemimpin inklusif ini harus dimiliki oleh dua kandidat capres dan cawapres. Rakyat Indonesia harus mengevaluasi secara kritis mana dari kedua kandidat tersebut yang merupakan pemimpin inklusif.

"Jika salah pilih pemimpin eksklusif yang cara berpolitiknya berkebalikan dari pemimpin transformatif maka tamatlah riwayat negeri ini. Rakyat harus memilih pemimpin transformatif," kata Meteor Rosada mahasiswa Fisip Unair yang ikut diskusi.

Doktor Tuti Budirahayu pada diskusi menyatakan bahwa pemimpin transformatif salah satu tugasnya adalah mampu menjadi teladan ideal bagi masyarakat. Keteladanan dalam kesetaraan, keadilan, dan keterbukaan.

"Masyarakat kita saat ini tidak mendapatkan teladan yang baik. Kita masih miskin pemimpin transformatif. Pilpres 2014 semoga melahirkan pemimpin transformatif ini". Tandas Tuti.*

 

Reporter: YP

back to top