Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menolak pemimpin eksklusif, siapa dia?

foto: www.indonesiakaya.com foto: www.indonesiakaya.com

KoPi. Salah satu model pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah pemimpin transformatif, bukan eksklusif. Pemimpin inklusif secara politik tidak berjarak dari rakyatnya, selalu terbuka pada setiap upaya dialog, tidak menolak perbedaan identitas, dan memperjuangkan kesejahteraan publik.

Demikian rangkuman diskusi kepemimpinan di Sociology Center Departemen Sosiologi FISIP Unair hari ini (4/6/14). Diskusi dihadiri oleh beberap dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Unair, aktivis mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswa.

Pemimpin inklusif ini harus dimiliki oleh dua kandidat capres dan cawapres. Rakyat Indonesia harus mengevaluasi secara kritis mana dari kedua kandidat tersebut yang merupakan pemimpin inklusif.

"Jika salah pilih pemimpin eksklusif yang cara berpolitiknya berkebalikan dari pemimpin transformatif maka tamatlah riwayat negeri ini. Rakyat harus memilih pemimpin transformatif," kata Meteor Rosada mahasiswa Fisip Unair yang ikut diskusi.

Doktor Tuti Budirahayu pada diskusi menyatakan bahwa pemimpin transformatif salah satu tugasnya adalah mampu menjadi teladan ideal bagi masyarakat. Keteladanan dalam kesetaraan, keadilan, dan keterbukaan.

"Masyarakat kita saat ini tidak mendapatkan teladan yang baik. Kita masih miskin pemimpin transformatif. Pilpres 2014 semoga melahirkan pemimpin transformatif ini". Tandas Tuti.*

 

Reporter: YP

back to top