Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Menolak pemimpin eksklusif, siapa dia?

foto: www.indonesiakaya.com foto: www.indonesiakaya.com

KoPi. Salah satu model pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah pemimpin transformatif, bukan eksklusif. Pemimpin inklusif secara politik tidak berjarak dari rakyatnya, selalu terbuka pada setiap upaya dialog, tidak menolak perbedaan identitas, dan memperjuangkan kesejahteraan publik.

Demikian rangkuman diskusi kepemimpinan di Sociology Center Departemen Sosiologi FISIP Unair hari ini (4/6/14). Diskusi dihadiri oleh beberap dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Unair, aktivis mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswa.

Pemimpin inklusif ini harus dimiliki oleh dua kandidat capres dan cawapres. Rakyat Indonesia harus mengevaluasi secara kritis mana dari kedua kandidat tersebut yang merupakan pemimpin inklusif.

"Jika salah pilih pemimpin eksklusif yang cara berpolitiknya berkebalikan dari pemimpin transformatif maka tamatlah riwayat negeri ini. Rakyat harus memilih pemimpin transformatif," kata Meteor Rosada mahasiswa Fisip Unair yang ikut diskusi.

Doktor Tuti Budirahayu pada diskusi menyatakan bahwa pemimpin transformatif salah satu tugasnya adalah mampu menjadi teladan ideal bagi masyarakat. Keteladanan dalam kesetaraan, keadilan, dan keterbukaan.

"Masyarakat kita saat ini tidak mendapatkan teladan yang baik. Kita masih miskin pemimpin transformatif. Pilpres 2014 semoga melahirkan pemimpin transformatif ini". Tandas Tuti.*

 

Reporter: YP

back to top