Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Masyarakat desak pemda soal krisis air akibat hotel

jalannya diskusi Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY jalannya diskusi Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY

Jogjakarta-KoPi| Dalam merefleksi tiga tahun pelaksanaan Undang-undang Keistimewaan, Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan diskusi bersama “Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pukul 09.30 WIB.

Diskusi yang berjalan hampir tiga jam ini berjalan efektif. Masyarakat yang hadir merespon jalannya diskusi. Beberapa tanggapan masyarakat tajam menyoal pembangunan hotel, dan acaman krisis air bersih.

Salah satu anggota komunitas yang hadir, Miftah mempertanyakan langkah konkret pemda DIY menangani ancaman kekeringan dan maraknya pembangunan hotel di DIY.

“Saya bermimpi agar anak cucu kita nanti tidak minum bensin, besok. Nah bagaimana cara mewujudkan mimpi saya ini?,” tutur Miftah.

Menanggapi pertanyaan Miftah, Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto akan menjadikan PR pemerintah ke depan. Pasalnya menata tata ruang yang memilki penghuni dan bangunan yang sudah mapan rentan terjadi persinggungan sosial.

“Masalah air ini akan menjadi PR kita”, tutur Tavip.

Sementara staf Dinas PUP-ESDM, Hananto telah mengagendakan pembuatan daerah resapan air di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

“Kami akan merancang tata ruang sebesar 30% DAS itu ada di sungai dan prioritaskan tanaman hutan," tutur Hananto.

Persoalan hotel dan air ini pun termasuk dalam pemaparan lima sampah di DIY. Menurut Sumbo Tinarbuko menjelaskan DIY tengah dikepung oleh lima sampah berupa sampah arsitektur meliputi hotel dan mall. Sampah ruang publik dengan reklame liar. Sampah kendaraan. Sampah trotoar dan sampah pedagang kaki lima.

Kelima sampah inilah yang menjadi acuan melihat keseriusan pemda DIY mensejahterakan masyarakatnya. |Winda Efanur FS|

back to top