Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Masyarakat alami kebingungan saat mencoblos

Masyarakat alami kebingungan saat mencoblos

Surabaya – KoPi. Kurangnya Sosialisasi terhadap masyarakat dalam menyambut Pemilihan Umum 2014, menyebabkan masyarakat mengalami kebingungan, hal tersebut seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes Kota Surabaya (9/4/2014).

Kebingungan terjadi lantaran masyarakat banyak yang tidak mengenal peserta pemilu tahun ini. Masyarakat menganggap pemilu tahun ini terlalu banyak Calon Legislatif (Caleg) serta Partai Politik (Parpol) yang turut berpartisipasi di dalam pagelaran pesta demokrasi tersebut. Ketika masyarakat ditanya bagaimana pendapat mereka, Bapak Sutiyo mengatakan “Membingungkan, partai-partainya kan banyak trus Caleg-Caleg nya itu bingung untuk diketahui”

 

Meskipun sistem pendaftaran Caleg pada pemilu 2014 berdasarkan Daerah Pilihnya (Dapil), masyarakat masih banyak yang tidak kenal dengan Caleg yang maju. Dengan banyaknya masyarakat yang tidak mengenal Caleg, menunjukkan jika sistem pemilu tahun ini dirasakan kurang efektif. Selain Bapak Sutiyo, Ibu Paningtiningsih juga mengungapkan jika pemilu tahun ini dianggap membingungkan karena Calegnya tidak dikenal.

 

“Kalau untuk caleg-calegnya kan sudah nggak dikenal, jadi orang kan bingung” ungkap Ibu Paningtiningsih.

 

Dengan kebingungan yang terjadi di masyarakat tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan melakukan pembenahan agar nantinya pemilu yang diselenggarakan dirasakan lebih dekat dengan rakyat dan tidak lagi membingungkan rakyat.

 

“Perlu mas, dulu kan cuman 1 lembar, sekarang 4 lembar jadi membingungkan” pungkas ibu Paningtiningsih.

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

 

 

 

 

back to top