Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Yogyakarta-KoPi, “Informasi hanya dengan KTP itu menyesatkan,” Ujar Sri Surani, angota KPU Kota Yogyakarta yang menjelaskan bahwa itu tidak bisa jika mahasiswa atau orang luar Kota Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dengan cukup membawa KTP ke TPS terdekat ketika hari H pemungutan suara, saat kegiatan Sosialisasi dan Implementasi PKPU Pemutakhiran Data Pemilih Presiden dan Wakil Presiden di Inna Garuda Hotel, Selasa (13/5).

Wawan ketika ditanya mengenai apakah mahasiswa harus mendaftar untuk menjadi daftar pemilih, menjawab bahwa mahasiswa harus datang ke PPS, PPK atau KPU untuk mendaftar sebagai daftar pemilih cukup dengan membawa KTP, C1, KK atau SKTS. “Yang penting kartu identitas,” ujar Wawan.

“Ya tentu sistem pemutakhiran kita itu aktif ya, sehingga masyarakat sendiri yang aktif karena dari sisi kami penyelenggara pemilu itu mengolah data kemduian data itu kita sajikan dalam bentuk daftar pemilih, kemudian kita umumkan,” jelasnya.

“Nah dari sisi yang lain itu masyarakat harus aktif dengan melakukan pengecekan namanya ada dalam DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) atau tidak. apabila belum menemukan namanya dalam DPSHP misalnya itu bisa langsung mendatangi PPS atau mendatangi PPK atau bahkan ke KPU agar bisa tercatat dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Presiden yang akan datang,” tambah Wawan.

Dalam rangka pendataan tersebut KPU telah mendirikan Posko Tanggap DPSHP di 14 Kecamatan dan di 45 Kelurahan yang akan mulai sejak 20-26 Mei 2014.


Reporter: Fahrurrazi

back to top