Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Yogyakarta-KoPi, “Informasi hanya dengan KTP itu menyesatkan,” Ujar Sri Surani, angota KPU Kota Yogyakarta yang menjelaskan bahwa itu tidak bisa jika mahasiswa atau orang luar Kota Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dengan cukup membawa KTP ke TPS terdekat ketika hari H pemungutan suara, saat kegiatan Sosialisasi dan Implementasi PKPU Pemutakhiran Data Pemilih Presiden dan Wakil Presiden di Inna Garuda Hotel, Selasa (13/5).

Wawan ketika ditanya mengenai apakah mahasiswa harus mendaftar untuk menjadi daftar pemilih, menjawab bahwa mahasiswa harus datang ke PPS, PPK atau KPU untuk mendaftar sebagai daftar pemilih cukup dengan membawa KTP, C1, KK atau SKTS. “Yang penting kartu identitas,” ujar Wawan.

“Ya tentu sistem pemutakhiran kita itu aktif ya, sehingga masyarakat sendiri yang aktif karena dari sisi kami penyelenggara pemilu itu mengolah data kemduian data itu kita sajikan dalam bentuk daftar pemilih, kemudian kita umumkan,” jelasnya.

“Nah dari sisi yang lain itu masyarakat harus aktif dengan melakukan pengecekan namanya ada dalam DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) atau tidak. apabila belum menemukan namanya dalam DPSHP misalnya itu bisa langsung mendatangi PPS atau mendatangi PPK atau bahkan ke KPU agar bisa tercatat dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Presiden yang akan datang,” tambah Wawan.

Dalam rangka pendataan tersebut KPU telah mendirikan Posko Tanggap DPSHP di 14 Kecamatan dan di 45 Kelurahan yang akan mulai sejak 20-26 Mei 2014.


Reporter: Fahrurrazi

back to top