Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Yogyakarta-KoPi, “Informasi hanya dengan KTP itu menyesatkan,” Ujar Sri Surani, angota KPU Kota Yogyakarta yang menjelaskan bahwa itu tidak bisa jika mahasiswa atau orang luar Kota Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dengan cukup membawa KTP ke TPS terdekat ketika hari H pemungutan suara, saat kegiatan Sosialisasi dan Implementasi PKPU Pemutakhiran Data Pemilih Presiden dan Wakil Presiden di Inna Garuda Hotel, Selasa (13/5).

Wawan ketika ditanya mengenai apakah mahasiswa harus mendaftar untuk menjadi daftar pemilih, menjawab bahwa mahasiswa harus datang ke PPS, PPK atau KPU untuk mendaftar sebagai daftar pemilih cukup dengan membawa KTP, C1, KK atau SKTS. “Yang penting kartu identitas,” ujar Wawan.

“Ya tentu sistem pemutakhiran kita itu aktif ya, sehingga masyarakat sendiri yang aktif karena dari sisi kami penyelenggara pemilu itu mengolah data kemduian data itu kita sajikan dalam bentuk daftar pemilih, kemudian kita umumkan,” jelasnya.

“Nah dari sisi yang lain itu masyarakat harus aktif dengan melakukan pengecekan namanya ada dalam DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) atau tidak. apabila belum menemukan namanya dalam DPSHP misalnya itu bisa langsung mendatangi PPS atau mendatangi PPK atau bahkan ke KPU agar bisa tercatat dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Presiden yang akan datang,” tambah Wawan.

Dalam rangka pendataan tersebut KPU telah mendirikan Posko Tanggap DPSHP di 14 Kecamatan dan di 45 Kelurahan yang akan mulai sejak 20-26 Mei 2014.


Reporter: Fahrurrazi

back to top