Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Pemilihan Walikota Surabaya masih belum digelar. Namun panggung politik mulai diramaikan dengan bursa-bursa calon walikota yang ingin maju berhadapan dengan petahanan Tri Rismaharini. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai calon walikota favorit Surabaya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. Namun, Nuh menampik kabar tersebut dan mengatakan tak ingin maju sebagai calon walikota ataupun pendamping walikota.
 

“Saya berterimakasih, tapi saya cukup jadi dosen saja. Saya sudah lama tidak mengajar,” ungkapnya pada wartawan di Surabaya, Rabu (11/2).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut mengaku punya hubungan yang baik dengan Risma. Karena itu, ia akan mendukung siapapun yang nanti akan memimpin Kota Surabaya. “Saya doakan siapapun orang terbaik di Surabaya ini bisa menjadi pemimpin di kota ini. Tapi untuk saya, saya berterimakasih, saya cukup jadi dosen saja, saya mau mengurusi yayasan-yayasan sosial yang dulu saya aktif di dalamnya,” lanjut Nuh. 

Masa jabatan Walikota Surabaya akan berakhir pada Oktober 2015 mendatang. Partai politik mulai memilih nama-nama yang akan diajukan dalam ajang pemilihan walikota tersebut. Meski demikian, aturan mengenai pemilihan walikota masih belum juga tuntas. Hal ini dikarenakan masih menunggu revisi UU Pilkada oleh DPR RI. Dikhawatirkan Pilkada Surabaya akan molor hingga 2016.

 

back to top