Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Pemilihan Walikota Surabaya masih belum digelar. Namun panggung politik mulai diramaikan dengan bursa-bursa calon walikota yang ingin maju berhadapan dengan petahanan Tri Rismaharini. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai calon walikota favorit Surabaya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. Namun, Nuh menampik kabar tersebut dan mengatakan tak ingin maju sebagai calon walikota ataupun pendamping walikota.
 

“Saya berterimakasih, tapi saya cukup jadi dosen saja. Saya sudah lama tidak mengajar,” ungkapnya pada wartawan di Surabaya, Rabu (11/2).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut mengaku punya hubungan yang baik dengan Risma. Karena itu, ia akan mendukung siapapun yang nanti akan memimpin Kota Surabaya. “Saya doakan siapapun orang terbaik di Surabaya ini bisa menjadi pemimpin di kota ini. Tapi untuk saya, saya berterimakasih, saya cukup jadi dosen saja, saya mau mengurusi yayasan-yayasan sosial yang dulu saya aktif di dalamnya,” lanjut Nuh. 

Masa jabatan Walikota Surabaya akan berakhir pada Oktober 2015 mendatang. Partai politik mulai memilih nama-nama yang akan diajukan dalam ajang pemilihan walikota tersebut. Meski demikian, aturan mengenai pemilihan walikota masih belum juga tuntas. Hal ini dikarenakan masih menunggu revisi UU Pilkada oleh DPR RI. Dikhawatirkan Pilkada Surabaya akan molor hingga 2016.

 

back to top