Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KPUD Kota Magelang izinkan kampanye lewat medsos

KPUD Kota Magelang izinkan kampanye lewat medsos

Magelang-KoPi| Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Magelang menyilakan ketiga pasangan calon walikota dan wakil walikota Magelang untuk menggunakan akun media sosial sebagai media kampanye, asalkan mereka melaporkan akun resmi media sosial yang akan dipergunakan nanti. Caranya dengan mengisi formulir BC4-KWK sesuai dengan PKPU nomer 7 tahun 2015.

Singgih Harjanto, Komisoner Divisi Sosialisasi KPUD Kota Magelang juga mengimbau agar peserta mendaftarkan akun kampanye lewat media sosialnya paling lambat 26 Agustus 2015. KPU menjadwalkan penetapan pasangan calon tanggal 24 Agustus, kemudian pengundian dan pembagian nomer urut pada 25 Agustus 2015. Sementara 27 Agustus 2015 masa kampanye sudah bisa dimulai.

"Selain peserta pilkada melaporkan tim, relawan, petugas kampanye, akun media medsos wajib untuk dilaporkan karena ada sanksinya, walaupun hanya sangsi administratif dan tidak sampai menggugurkan calon bila ada pelanggaran aturan berkampanye di media itu. Akan lebih beresiko bila pasangan calon tidak melaporkan media sosial yang digunakan karena terkait dengan UU ITE," jelas Singgih.

Ia juga menjelaskan tujuan pembatasan akun media sosial ini bertujuan untuk menciptakan kampanye yang berimbang dan dapat dinikmati dengan lebih murah tanpa terbebani biaya kampanye darat yang mahal.
KPU Kota Magelang juga menetapkan ukuran baliho kampanye yaitu sekitar 4 x 6 meter. Berbeda dengan baliho kampanye. Teknik pemasangan baliho sosialisasi harus menyertakan ketiga pasangan.

back to top