Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

Surabaya – KoPi, Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif akan dilaksanakan besok (9/4/2014), permasalahan tentang meningkatnya Golongan Putih (Golput) selalu menjadi perbincangan yang menarik pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi akbar tersebut.

Pada pelaksanaan tiga pemilu sebelumnya, terjadi tren penurunan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu. Pada Pemilu 1999 partisipasi pemilih mencapai 93,30%, sementara tahun 2004 menurun 84,07% pada Pileg dan 77,44% di Pilpres, sementara di Pemilu 2009 partisipasi pemilih Pileg 70,99% dan Pilpres 72,56%.

 

Menurunnya angka partisipasi pemilih tersebut disebabkan oleh banyak faktor selain karena semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat yang duduk di kursi pemerintahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara pelaksanaan pemilu juga telah berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilihan umum.

 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mengurangi angka golput hingga saat ini adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai teknis pemilihan umum kepada masyarakat. Dewita Hayusinta selaku Komisioner KPU-Jatim saat diwawancara di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (22/3/2014), menyatakan bahwa saat ini KPU telah membuat peraturan untuk memudahkan masyarakat mencoblos seperti adanya DPT tambahan.

 

“DPT tambahan ini apabila ada yang pindah TPS (pindah pilih), sudah terdaftar tapi dia pindah pilih. Seperti mahasiswa harus tetap ngurus pindah pilih dari TPS asal dia, dia bisa langsung ke kpu kabupaten/kota tempat kuliahnya untuk mengurus pindah pilihnya dia” ucap mbak Dewi.

 

Seperti diketahui, kalangan mahasiswa adalah sasaran strategis yang harus didorong oleh KPU untuk menyalurkan suaranya dalam pemilu karena kalangan mahasiswa pada umumnya adalah para pemilih muda yang tidak tahu seluk-beluk pemilu. Peraturan ini dirasa mbak Dewi lebih memudahkan daripada kartu A5 pada pemilu sebelumnya.

 

Selain itu, KPU juga memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang tidak memiliki identitas berupa pemilih khusus dan pemilih khusus tambahan. Masyarakat yang tidak punya identitas dan berhak memilih dapat menyalurkan hak pilihnya dengan membawa surat domisili, surat dari RT, KTP, KK, atau pasport ke TPS terdekat dari tempat tinggalnya.

 

Dengan adanya peraturan baru tersebut, diharapkan masyarakat menjadi tahu bahwa pemilu saat ini lebih memudahkan mereka untuk menggunakan hak pilihnya. Peraturan tersebut juga telah disosialisasikan tinggal masyarakat, mbak Dewi kemudian juga menambahkan “itu (peraturan, RED) sudah disosialisasikan, tinggal masyarakat mau menggunakannya atau tidak.”***

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top