Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

KPU DIY siap menerima gugatan paslon

KPU DIY siap menerima gugatan paslon

Jogjakarta-KoPi| Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan siap menerima gugatan dari pasangan calon atas hasil penetapan pilkada serentak.

Merujuk pada regulasi pilkada paslon yang merasa keberatan dengan hasil penetapan bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Meskipun Berdasarkan hasil rekapitulasi suara selisih semua paslon di tiga kabupaten Sleman, Kulinprogo dan Gunungkidul sekitar 0,5%- 1%.

"Kita menghormati bila ada yang mengajukan ke MK, meski persyaratan regulasi itu tidak memenuhi syarat," jelas Hamdan saat konferensi pers di kantor KPU DIY pada Kamis, tanggal 17 Desember 2015.

Kini pihak KPU DIY telah menyerahkan hasil penetapan paslon kepada saksi dan pengawas pemilu. Selanjutnya, skan dikembalikan kepada kabupaten masing-masing.

Penetapan paslon di tiga kabupaten bervariasi. " Penetapan paslin terpilih di Bantul, sama Sleman tanggal 21 Desember 2015, pagi kalau Gunungkidul belum tahu," tambah Hamdan.

Sementara untuk evaluasi pilkada serentak 2015 di tiga kabupaten berjalan lancar.

Meski secara umum berjalan lancar, namun Hamdan mengaku mendapat beberapa kendala dari proses penghitungan suara di tiga kabupaten.

"Di Sleman, kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul ada ada satu, dua masukan tapi kita anggap sudah selesai," pungkas Hamdan.

Partisipasi pemilih

Berdasarkan pantauan KPU DIY prosentase pemilih pilkada serentak di tiga kabupaten di DIY, bervariasi.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan pemilu, Nurhuri Mustofa mengatakan kenaikan prosentase pemilih pada kabupaten Sleman. Kenaikan sebesar 2%, pilkada 72,23% dibandingkan dengan pemilu tahun 2014 sebesar 70,67%.

Partisipasi pemilih Bantul 75,38% naik dari 73,69% pada pemilu 2014. Sementara penurunan terjadi di Gunungkidul 70,01% dibandingkan 71,87% pemilu tahun 2010.

"Gunungkidul menurun karena banyak pekerja yang merantau, dan musim tanam mereka banyak ke ladang," papar Nurhuri. |Winda Efanur FS|

back to top