Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KPU DIY melarang kampanye melalui radio komunitas

KPU DIY melarang kampanye melalui radio komunitas

Jogjakarta-KoPi| KPU DIY melarang keras kampanye media massa melalui radio komunitas. Pasalnya radio komunitas memiliki jangkauan siaran yang terbatas. Larangan tersebut diteruskan kepada pihak KPID selaku eksekutir kampanye media massa.

Ketua KPID DIY, Sapardi menjelaskan pelaksanaan kampanye melalui media massa tetap berpedoman pada perturan KPU yang ada. Di wilayah DIY sendiri ada sekitar 35 radio komunitas yang terdaftar.

Sementara ketentuan iklan kampanye melalui media massa berada di tangan KPU DIY. KPU DIY mengatur ukuran dan durasi kampanye media massa. Hamdan Kurniawan selaku ketua KPU DIY menjelaskan materi iklan kampanye memuat informasi visi dan misi, foto paslon, gambar parpol, dan pengurus parpol.

“Jumah penayangan iklan kampanye di radio untuk setiap paslon paling banyak 10 spot, durasi paling lama 60 detik untuk setiap stasiun radio setiap hari selama masa kampanye. Jumlah penayangan iklan di televisi untuk setiap paslon paling banyak 10 spot, durasi paling lama 30 detik untuk setiap stasiun televisi setiap hari selama masa kampanye iklan,” jelas Hamdan.

Ketentuan penayangan dan penyiaran kampanye media massa ini agar tercipta situasi kampanye yang nyaman. Dari pihak media massa pun bisa berlaku adil dengan pemberitaan berimbang.

“Dengan diatur ini nanti tidak terkesan paslon yang banya duit akan banyak beriklan,” jelas Hamdan.

Pihak KPU telah menganggarkan total kampanye pilkada sekitar empat miliar. Estimasi dana ini meliputi kampanye melalui alat peraga kampanye, debat publik, penyiaran kampenye dan iklan media massa. |Wina Efanur FS|

back to top