Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

KPU akan data akun media sosial pasangan cawali

KPU akan data akun media sosial pasangan cawali
Surabaya - KoPi | Menjelang pemilihan walikota Surabaya yang akan dilangsungkan tahun depan, KPU tak ingin lagi kecolongan dengan adanya kampanye hitam melalui media sosial. Untuk mencegah hal tersebut, KPU Jawa Timur menyatakan bahwa media sosial pasangan calon walikota harus didaftarkan ke KPU, Bawaslu, dan pihak Kepolisian.
 

Hal tersebut diungkapkan Bidang Hukum, Pengawasan, SDM, dan Organisasi KPU Jawa Timur Purnomo Satriyo. Pasangan calon walikota diperbolehkan membuka account resmi. "Semua account media sosial pasangan calon, entah itu Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lain-lain harus didaftarkan ke KPU, Bawaslu, dan Kepolisian. Demikian juga halnya dengan account tim kampanye dan relawan mereka," kata Purnomo dalam acara sosialisasi Pilwali Surabaya 2015 pada awak media di Rumah Makan Nur Pasifik (3/6).

Registrasi tersebut perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan penggunaan media sosial dalam proses kampanye. Jika terjadi pelanggaran, maka Bawaslu akan melakukan tindakan. Namun Purnomo tidak menjelaskan bagaimana jika akun perorangan yang melakukan kampanye hitam.

Hal lain yang harus diperhatikan pasangan cawali pada pilkada kali ini adalah penggunaan media kampanye. Purnomo mengatakan, pada pemilu kali ini alat-alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho, dan umbul-umbul akan disediakan oleh KPU. Alat-alat tersebut hanya boleh dipasang pada saat debat publik, penyebaran untuk umum, dan iklan. Masing-masing kecamatan hanya diperbolehkan memasang 5 baliho/videotron, 20 umbul-umbul, dan 2 spanduk. Selesai acara umbul-umbul serta spanduk tersebut harus segera dilepas.

Sedangkan bahan kampanye yang boleh disediakan sendiri oleh pihak pasangan cawali adalah souvenir seperti mug, payung, kaos, topi, kalender, pin, kartu nama,  ballpoint, dan stiker. KPU menetapkan bahan kampanye tersebut maksimal bernilai Rp 25 ribu. Pengadaannya diserahkan kepada pihak cawali, dan hanya boleh disebarkan pada saat pertemuan terbatas atau dialog tatap muka.

back to top