Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KPPI Lahir karena lemahnya pendidikan politik kaum perempuan

KPPI Lahir karena lemahnya pendidikan politik kaum perempuan

Kota Mungkid-KoPi| Ketua KPPI Provinsi Jawa Tengah Farida Rahmah dalam acara pengukuhan pengurus KPPI baru Kabupaten Magelang (31/8) mengatakan lahirnya KPPI dilatarbelakangi oleh kurangnya pendidikan politik masyarakat utamanya kaum perempuan.

Menurutnya ada intansi yang menghindar ketika harus mengambil peran memberikan pendidikan politik masyarakat. Pendidikan politik tidak hanya menjelang pemilu saja namun harus berkesinambungan setiap tahun dan ini yang selalu dilakukan pendidikan penguatan politik perempuan dan harus ada keberanian melakukan terobosan terobosan.

"Jangan hanya menunggu perubahan termasuk rekayasa sistem pemilu harus dilakukan."

Selanjutnya, Farida meminta kepada pengurus baru segera menentukan program kerja baik jangka panjang dan jangka pendek termasuk program penguatan kapasitas pengurus. Dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KPPI dengan program program yang bersinergi dengan program program instansi lain termasuk gabungan Organisasi Wanita (GOW) .

Sementara itu Bupati Magelang Zaenal Arifin S.Ip mengatakan meskipun lebih dari separuh penduduk Indonesia adalah perempuan, namun kondisi ketertinggalan perempuan dapat menggambarkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan antara laki laki dan perempuan.

Hal ini dapat dilihat dari Gender related development Index (GDI) yang berada di peringkat ke 94 pada tahun 2007 dari 177 negara dan dengan adanya berbagai krisis di Indonesia.

Indeks tersebut peringkatnya semakin menurun, oleh karena itu komitmen pemerintah semakin kuat untuk menjalankan upaya peningkatan status dan kedudukan perempuan dalam semua aspek pembangunan, termasuk berpolitik.

Bupati berharap KPPI dapat berkiprah dan memainkan peran yang strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia, yaitu kaum perempuan pada masa mendatang untuk kesetaraan perempuan di dunia politik.|Siaran pers|Syafi'i|

back to top