Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KPK (sementara) di bawah Ruki: Cicak mesra dengan buaya?

KPK (sementara) di bawah Ruki: Cicak mesra dengan buaya?
Jakarta – KoPi | Abraham Samad bersama tiga wakil pimpinan KPK lain telah mendapat pemberhentian tugas sementara. Kini, lembaga anti-rasuah tersebut dipimpin oleh Taufiqurrahman Ruki. Ruki yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai ketua KPK tersebut menyatakan akan membangun hubungan baik dengan pihak Polri. Cicak kini mesra dengan buaya?
 

Di tengah perseteruan antara KPK dan Polri yang terakhir ini, Ruki pernah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Misalnya, pernyataannya ketika mempersilakan Budi Gunawan mempraperadilkan status tersangkanya. Ruki juga pernah mempersilakan pihak kepolisian untuk melanjutkan proses hukum terhadap 21 orang penyidik KPK. 

Selain itu, Ruki sepertinya berniat melimpahkan kasus rekening gendut Budi Gunawan ke polisi. Dikhawatirkan, polisi bertindak tidak netral dalam menangani perkara tersebut. Bukan tidak mungkin polisi justru akan ada mengeluarkan SP3 untuk kasus itu.

Apalagi latar belakang Ruki yang berasal dari kepolisian dan mantan anggota DPR dikhawatirkan akan membuat KPK tebang pilih dalam menentukan tersangka. KPK di bawah kepemimpinan Ruki pada tahun 2003 hingga 2007 sering mendapat kritik mengenai dugaan tebang pilih koruptor. Ruki juga dinilai tidak memiliki prestasi menonjol selama memimpin KPK. 

Kendati demikian, Ruki tetap disebut sebagai seseorang yang konsisten terhadap pemberantasan korupsi. Perlu diakui, di bawah kepemimpinan Ruki, sistem kerja KPK terbentuk, dan KPK menjadi lembaga anti-korupsi yang paling mampu bertahan di tengah bobroknya moral pejabat. Sebelumnya, berbagai lembaga anti-korupsi yang didirikan pemerintah tak ada yang bisa bertahan selama KPK.

Ruki sendiri pada pelantikannya mengatakan akan menyelesaikan kasus korupsi yang masih menggantung. Ia juga meminta calon Kapolri Badrodin Haiti untuk menambah jumlah penyidik KPK yang berasal dari kepolisian. Kedekatannya dengan Polri mungkin bisa membawa harmoni KPK dan Polri seperti yang diharapkan banyak pihak. Meski demikian, jangan sampai cicak kehilangan nyalinya dan justru menempel pada buaya.

back to top