Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

KPK (sementara) di bawah Ruki: Cicak mesra dengan buaya?

KPK (sementara) di bawah Ruki: Cicak mesra dengan buaya?
Jakarta – KoPi | Abraham Samad bersama tiga wakil pimpinan KPK lain telah mendapat pemberhentian tugas sementara. Kini, lembaga anti-rasuah tersebut dipimpin oleh Taufiqurrahman Ruki. Ruki yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai ketua KPK tersebut menyatakan akan membangun hubungan baik dengan pihak Polri. Cicak kini mesra dengan buaya?
 

Di tengah perseteruan antara KPK dan Polri yang terakhir ini, Ruki pernah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Misalnya, pernyataannya ketika mempersilakan Budi Gunawan mempraperadilkan status tersangkanya. Ruki juga pernah mempersilakan pihak kepolisian untuk melanjutkan proses hukum terhadap 21 orang penyidik KPK. 

Selain itu, Ruki sepertinya berniat melimpahkan kasus rekening gendut Budi Gunawan ke polisi. Dikhawatirkan, polisi bertindak tidak netral dalam menangani perkara tersebut. Bukan tidak mungkin polisi justru akan ada mengeluarkan SP3 untuk kasus itu.

Apalagi latar belakang Ruki yang berasal dari kepolisian dan mantan anggota DPR dikhawatirkan akan membuat KPK tebang pilih dalam menentukan tersangka. KPK di bawah kepemimpinan Ruki pada tahun 2003 hingga 2007 sering mendapat kritik mengenai dugaan tebang pilih koruptor. Ruki juga dinilai tidak memiliki prestasi menonjol selama memimpin KPK. 

Kendati demikian, Ruki tetap disebut sebagai seseorang yang konsisten terhadap pemberantasan korupsi. Perlu diakui, di bawah kepemimpinan Ruki, sistem kerja KPK terbentuk, dan KPK menjadi lembaga anti-korupsi yang paling mampu bertahan di tengah bobroknya moral pejabat. Sebelumnya, berbagai lembaga anti-korupsi yang didirikan pemerintah tak ada yang bisa bertahan selama KPK.

Ruki sendiri pada pelantikannya mengatakan akan menyelesaikan kasus korupsi yang masih menggantung. Ia juga meminta calon Kapolri Badrodin Haiti untuk menambah jumlah penyidik KPK yang berasal dari kepolisian. Kedekatannya dengan Polri mungkin bisa membawa harmoni KPK dan Polri seperti yang diharapkan banyak pihak. Meski demikian, jangan sampai cicak kehilangan nyalinya dan justru menempel pada buaya.

back to top