Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

KPK: Calon anggota kabinet Jokowi ada yang bermasalah

KPK: Calon anggota kabinet Jokowi ada yang bermasalah
Jakarta-KoPi. Zulkarnain, wakil ketua KPK, menyebutkan bahwa ada lebih dari satu calon menteri dalam kabinet Jokowi bermasalah dengan hukum. Ada diantaranya yang berpotensi sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

KPK menyampaikan hal tersebut paska mengevaluasi empat pulun nama calon anggota kabinet Jokowi. Sebagaimana diketahui bahwa Jokowi mengirimkan nama-nama tersebut ke KPK agar mendapatkan rekomendasi dari KPK.

Menurut Dr. Tuti Budirahayu, pakar sosiologi korupsi dari Universitas Airlangga, tindakan Jokowi memasukkan calon-calon anggota kabinetnya ke KPK merupakan komitmen pada anti korupsi dan sekaligus mendapatkan legitimasi menyusun kabinet yang profesional bersih dari korupsi.

"Jokowi memulai tradisi baru yang semestinya dipraktikkan sejak bangsa ini berdemokrasi. Komitmen pada demokrasi ini akan memberikan nilai kuat pada visi politik dan dukungan politik kepadanya".

 

Reporter: E. Hermawan

back to top