Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Junimart Girsang akan paksa sidang MKD terbuka

Junimart Girsang akan paksa sidang MKD terbuka
Surabaya-Kopi| Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang mengatakan ia akan memaksa agar sidang MKD pada Senin (14/12) depan digelar secara terbuka. Ia bahkan berjanji, jika sampai berlangsung tertutup ia akan walk out. "Saya memaksa agar sidang harus terbuka. Kalau sampai tertutup, saya yang keluar," tegasnya.
 

Ia menyesalkan sikap Setnov yang meminta agar sidang sebelumnya berlangsung tertutup. "Saya tanyakan pada Setnov: "Ini kesempatan Saudara untuk mengklarifikasi kepada rakyat secara terbuka. Tidak perlu tertutup di sini". Tapi Setnov mengatakan, banyak hal-hal yang bersifat rahasia negara, sehingga ia meminta sidang berlangsung tertutup," kata Junimart.

Junimart menyatakan, pimpinan MKD terkecoh dengan pernyataan Setnov tersebut sehingga menyetujui permintaannya. "Padahal tidak ada rahasia negara di dalamnya. Kalau saya yang memimpin sidang mungkin lain ceritanya," kilahnya.

MKD telah memanggil pengusaha Muhammad Reza Chalid untuk hadir dalam persidangan Senin depan. Reza dianggap sangat mengetahui anatomi pertemuan dan percakapan antara Setya Novanto dan Presiden Direktur PT Freeport Ma'roef Syamsoedin. 

"Itu hasil keputusan rapat pimpinan MKD Jumat kemarin. Walaupun banyak teman-teman di MKD bilang ia tak perlu datang, menurut saya Muhammad Reza harus hadir. (Kasus) ini tidak akan terang tanpa kehadiran Muhammad Reza," ungkap Junimart ketika ditemui wartawan di Universitas Airlangga Surabaya (12/12). Junimart hadir dalam acara pengukuhan Wakil Ketua MA M. Saleh sebagai Guru Besar Bidang Perdata Fakultas Hukum Unair.

Selain Reza, MKD juga akan memanggil Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Junimart berharap keduanya hadir, agar masyarakat mendapat kejelasan. Dari kedua nama tersebut, Luhut sudah menyatakan akan hadir. "Jika mereka tidak datang, mereka yang akan rugi," tambahnya.

Meski demikian, Junimart kembali menegaskan bahwa MKD tidak akan berpatokan pada bukti rekaman. Menurutnya, lebih penting apakah pertemuan antara Setnov dengan Ma'roef tersebut benar terjadi. "Kalau pertemuan itu ada, siapa inisiatornya, apa yang dipercakapkan, apa goalnya. Jadi masalahnya sebenarnya sederhana, tak perlu diputar-putar," ujarnya.

Junimart menuturkan, jika ada pertemuan, berarti ada pelanggaran. Namun ia tak menyebutkan sanksi apa yang menanti Setnov. Menurutnya hal itu tergantung pada putusan MKD. "Yang jelas, jika ada pertemuan, Setnov sudah pasti terkena sanksi ringan," ujarnya

back to top