Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit
Surabaya-KoPi| Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menyesalkan pernyataan Kejaksaan Agung yang tidak bersedia meminjamkan rekaman percakapan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Ma'roef Syamsoedin.
 

"Saya tidak menyalahkan Kejaksaan Agung, hanya menyesalkan karena tidak bersedia memberikan bukti rekaman tersebut pada MKD. Ma'roef Syamsoedin telah mengirimkan surat yang menyatakan dirinya tidak bersedia memberikan atau meminjamkan bukti rekaman tersebut pada siapa pun," ungkap Junimart kepada wartawan di Universitas Airlangga Surabaya (12/12).

Junimart mempertanyakan motivasi Ma'roef yang memberikan rekaman tersebut pada Kejaksaan Agung. Menurutnya, Kejaksaan Agung tidak meminta rekaman tersebut, namun Ma'roef tanpa sebab yang jelas memberikannya pada Kejagung.

"Padahal status rekaman itu kan bukan barang sitaan. Pertanyaan saya, apa motivasi Pak Ma'roef memberikan rekaman itu pada jaksa? Padahal jaksa tidak minta, dan rekaman itu tidak disita. Ini kan aneh-aneh kalau begini," tukas Junimart.

Menurut Junimart, rekaman tersebut sudah mengalami penyuntingan oleh Ma'roef. Ia menjabarkan, MKD menerima tiga duplikasi rekaman. Rekaman pertama yang berasal dari Sudirman Said berdurasi kurang dari 12 menit. Lalu ketika persidangan, Sudirman Said memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Lalu sewaktu persidangan Ma'roef, Sudirman juga kembali memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Namun, saat itu SUdirman mengkoreksi sebagian isinya. 

"Artinya kata-kata dalam rekaman itu bukan begitu, tapi begini. Silakan saja ia mengoreksi. Sebenarnya yang jadi pertanyaan, mengapa Ma'roef keberatan memberikan rekaman itu? Padahal kami ingin agar rekaman itu diteliti ahli forensik. MKD ingin rekaman yang masih utuh dan belum diutak-atik," tutur Junimart.

back to top