Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit
Surabaya-KoPi| Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menyesalkan pernyataan Kejaksaan Agung yang tidak bersedia meminjamkan rekaman percakapan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Ma'roef Syamsoedin.
 

"Saya tidak menyalahkan Kejaksaan Agung, hanya menyesalkan karena tidak bersedia memberikan bukti rekaman tersebut pada MKD. Ma'roef Syamsoedin telah mengirimkan surat yang menyatakan dirinya tidak bersedia memberikan atau meminjamkan bukti rekaman tersebut pada siapa pun," ungkap Junimart kepada wartawan di Universitas Airlangga Surabaya (12/12).

Junimart mempertanyakan motivasi Ma'roef yang memberikan rekaman tersebut pada Kejaksaan Agung. Menurutnya, Kejaksaan Agung tidak meminta rekaman tersebut, namun Ma'roef tanpa sebab yang jelas memberikannya pada Kejagung.

"Padahal status rekaman itu kan bukan barang sitaan. Pertanyaan saya, apa motivasi Pak Ma'roef memberikan rekaman itu pada jaksa? Padahal jaksa tidak minta, dan rekaman itu tidak disita. Ini kan aneh-aneh kalau begini," tukas Junimart.

Menurut Junimart, rekaman tersebut sudah mengalami penyuntingan oleh Ma'roef. Ia menjabarkan, MKD menerima tiga duplikasi rekaman. Rekaman pertama yang berasal dari Sudirman Said berdurasi kurang dari 12 menit. Lalu ketika persidangan, Sudirman Said memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Lalu sewaktu persidangan Ma'roef, Sudirman juga kembali memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Namun, saat itu SUdirman mengkoreksi sebagian isinya. 

"Artinya kata-kata dalam rekaman itu bukan begitu, tapi begini. Silakan saja ia mengoreksi. Sebenarnya yang jadi pertanyaan, mengapa Ma'roef keberatan memberikan rekaman itu? Padahal kami ingin agar rekaman itu diteliti ahli forensik. MKD ingin rekaman yang masih utuh dan belum diutak-atik," tutur Junimart.

back to top