Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit
Surabaya-KoPi| Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menyesalkan pernyataan Kejaksaan Agung yang tidak bersedia meminjamkan rekaman percakapan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Ma'roef Syamsoedin.
 

"Saya tidak menyalahkan Kejaksaan Agung, hanya menyesalkan karena tidak bersedia memberikan bukti rekaman tersebut pada MKD. Ma'roef Syamsoedin telah mengirimkan surat yang menyatakan dirinya tidak bersedia memberikan atau meminjamkan bukti rekaman tersebut pada siapa pun," ungkap Junimart kepada wartawan di Universitas Airlangga Surabaya (12/12).

Junimart mempertanyakan motivasi Ma'roef yang memberikan rekaman tersebut pada Kejaksaan Agung. Menurutnya, Kejaksaan Agung tidak meminta rekaman tersebut, namun Ma'roef tanpa sebab yang jelas memberikannya pada Kejagung.

"Padahal status rekaman itu kan bukan barang sitaan. Pertanyaan saya, apa motivasi Pak Ma'roef memberikan rekaman itu pada jaksa? Padahal jaksa tidak minta, dan rekaman itu tidak disita. Ini kan aneh-aneh kalau begini," tukas Junimart.

Menurut Junimart, rekaman tersebut sudah mengalami penyuntingan oleh Ma'roef. Ia menjabarkan, MKD menerima tiga duplikasi rekaman. Rekaman pertama yang berasal dari Sudirman Said berdurasi kurang dari 12 menit. Lalu ketika persidangan, Sudirman Said memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Lalu sewaktu persidangan Ma'roef, Sudirman juga kembali memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Namun, saat itu SUdirman mengkoreksi sebagian isinya. 

"Artinya kata-kata dalam rekaman itu bukan begitu, tapi begini. Silakan saja ia mengoreksi. Sebenarnya yang jadi pertanyaan, mengapa Ma'roef keberatan memberikan rekaman itu? Padahal kami ingin agar rekaman itu diteliti ahli forensik. MKD ingin rekaman yang masih utuh dan belum diutak-atik," tutur Junimart.

back to top