Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit

Junimart curiga rekaman Setnov-Ma'roef sudah diedit
Surabaya-KoPi| Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menyesalkan pernyataan Kejaksaan Agung yang tidak bersedia meminjamkan rekaman percakapan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Ma'roef Syamsoedin.
 

"Saya tidak menyalahkan Kejaksaan Agung, hanya menyesalkan karena tidak bersedia memberikan bukti rekaman tersebut pada MKD. Ma'roef Syamsoedin telah mengirimkan surat yang menyatakan dirinya tidak bersedia memberikan atau meminjamkan bukti rekaman tersebut pada siapa pun," ungkap Junimart kepada wartawan di Universitas Airlangga Surabaya (12/12).

Junimart mempertanyakan motivasi Ma'roef yang memberikan rekaman tersebut pada Kejaksaan Agung. Menurutnya, Kejaksaan Agung tidak meminta rekaman tersebut, namun Ma'roef tanpa sebab yang jelas memberikannya pada Kejagung.

"Padahal status rekaman itu kan bukan barang sitaan. Pertanyaan saya, apa motivasi Pak Ma'roef memberikan rekaman itu pada jaksa? Padahal jaksa tidak minta, dan rekaman itu tidak disita. Ini kan aneh-aneh kalau begini," tukas Junimart.

Menurut Junimart, rekaman tersebut sudah mengalami penyuntingan oleh Ma'roef. Ia menjabarkan, MKD menerima tiga duplikasi rekaman. Rekaman pertama yang berasal dari Sudirman Said berdurasi kurang dari 12 menit. Lalu ketika persidangan, Sudirman Said memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Lalu sewaktu persidangan Ma'roef, Sudirman juga kembali memberikan rekaman yang berdurasi 127 menit. Namun, saat itu SUdirman mengkoreksi sebagian isinya. 

"Artinya kata-kata dalam rekaman itu bukan begitu, tapi begini. Silakan saja ia mengoreksi. Sebenarnya yang jadi pertanyaan, mengapa Ma'roef keberatan memberikan rekaman itu? Padahal kami ingin agar rekaman itu diteliti ahli forensik. MKD ingin rekaman yang masih utuh dan belum diutak-atik," tutur Junimart.

back to top