Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jakarta-KoPi. Jokowi harus mecoret delapan calon menteri yang mendapat rambu-rambu merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menjawab pertanyaan wartawan Jokowi menyatakan akan mengganti yang mendapat warna merah dengan figur lain.

"Masak tidak diganti, nanti siapa yang mengisi? Jelasnya.

Soal nama-nama kedelapan orang tersebut presiden yang baru saja dilantik ini tidak bisa menyampaikan kepada publik. Dia juga menghimbau agar masyarakat dan media tidak berspekulasi. Banyak edaran susunan kabinet yang berbeda-beda.

Para pengganti menurut Jokowi akan diambil dari mereka yang sejak tanggal 20 Oktober diundang ke istana negara dan nama-nama lain atau baru.

Laporan KPK dan PPATK menyebabkan Jokowi harus berpikir ulang untuk mencari figur-figur pengganti. Sampai saat ini masyarakat masih menanti siapa saja mereka yang akan duduk di tim kabinet Koalisi Indonesia Hebat.

 

E. Heramawan

 

back to top