Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jakarta-KoPi. Jokowi harus mecoret delapan calon menteri yang mendapat rambu-rambu merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menjawab pertanyaan wartawan Jokowi menyatakan akan mengganti yang mendapat warna merah dengan figur lain.

"Masak tidak diganti, nanti siapa yang mengisi? Jelasnya.

Soal nama-nama kedelapan orang tersebut presiden yang baru saja dilantik ini tidak bisa menyampaikan kepada publik. Dia juga menghimbau agar masyarakat dan media tidak berspekulasi. Banyak edaran susunan kabinet yang berbeda-beda.

Para pengganti menurut Jokowi akan diambil dari mereka yang sejak tanggal 20 Oktober diundang ke istana negara dan nama-nama lain atau baru.

Laporan KPK dan PPATK menyebabkan Jokowi harus berpikir ulang untuk mencari figur-figur pengganti. Sampai saat ini masyarakat masih menanti siapa saja mereka yang akan duduk di tim kabinet Koalisi Indonesia Hebat.

 

E. Heramawan

 

back to top