Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jokowi harus beri formula jelas

foto: www.thepresidentpost.com foto: www.thepresidentpost.com
Jakarta-KoPi. Manuver koalisis Merah Putih sangat terkait dengan kekalahan pilpres 2014. Gerakan koalisi di bawah komando Gerindra tersebut ingin mempersempit ruang politik Jokowi sebagai kepala pemerintahan. Selain itu, menurut Djayadi Hanan dari Universitas Paramadina, manuver tersebut bagian dari cara meningkatkan posisi tawar jika ditawari masuk dalam koalisi Jokowi.

"Manuver tersebut bagian dari meningkatkan posisi tawar parpol-parpol non-pendukung Jokowi dalam pilpres 2014."

Jokowi sebelumnya membuka diri pada koalisi dari parpol-parpol yang sebelumnya berada di barisan Prabowo dan Gerindra. Namun, Jokowi menyatakan koalisi tersebut adalah koalisi tanpa syarat.

Menurut Djayadi yang juga direktur riset di SMRC, Jokowi harus memberi kejelasan formulasi koalisi tanpa syarat. Agar tidak menimbulkan spekulasi dan manuver-manuver liar.

"Apa yang diperoleh kalau ikut gabung koalisinya. Bila Jokowi memilih tidak peduli, maka dia harus kuat berkomunikasi dengan rakat selama 5 (lima) tahun kedepan dan menyiapkan tim lobi/negosiasi untuk mengamankan dukungan politik per agenda kebijakan selama 5 (lima) tahun kedepan". (*)

 

Reporter: E. Hermawan

 

 

 

back to top