Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Jokowi bukan personifikasi Soekarno, namun Soedirman

Jokowi bukan personifikasi Soekarno, namun Soedirman

Yogyakarta-KoPi, Memperbincangkan Capres-Cawapres saat ini merupakan kewajiban masyarakat. Dari perbincangan ini masyarakat akan melihat sosok para calon imam bangsa. Pemikirannya, prilakunya, visi-misinya dan bagimana komitmennya terhadap bangsa. Berikut adalah perbincangan KoranOpini.com bersama DR. M Najib Azca, Sosiolog Politik UGM tentang sosok Jokowi. Pandangannya terhadap Jokowi barangkali bisa mewakili pandangan masyarakat lainnya. Berikut perbincangannya.

Selama ini Jokowi digadang-gadang sama seperti Soekarno, apakah ini berarti kapasitas secara pemikiran dan gagasan kedua tokoh ini sama?

Kalau menurut saya tidak. Saya kira yang membuat Jokowi istimewa adalah tipe kepemimpinan Jokowi yang tidak banyak berbasiskan retorika, tetapi berupa tindakan nyata berupa penyelesaian-penyelesaian masalah di masyarakat. Jadi dia menggunakan pendekatan promblem solving, dia menyelesaikan masalah dengan turun ke lapangan, tidak berada dibalik meja.Yang kedua, Jokowi menarik karena dia seorang pemimpin yang tidak menunjukkan ambisi kekuasaan yang tinggi. Yang menjadi menarik yakni dia menjadi anti thesis dari kebanyakan politisi paska orde baru.


Apakah gencarnya pemberitaan Jokowi di media bukan termasuk pencitraan?

Dia bukannya tidak punya tim media, dia punya tim media yang mengawal dia. Tapi yang beerbeda adalah, yakni publisitas yang ia bangun itu tidak merupakan publisitas yang diikuti oleh mobilisasi kapital yang besar, kampanye dia memikat publik melalui tindakan-tindakannya. Dia turun ke bantaran kali, itu menarik media untuk meliput. Dia memiliki strategi komunikasi yang luar biasa.


Jokowi sering dibilang identik dengan marheanisme, sesungguhnya makna dari marheanisme itu apa?

Jokowi lebih mendekati personifikasi Pak Dirman (Jend Soedirman,Red), Pak Dirman itu orang yang tidak banyak bicara, tidak banyak retorika, dia orangnya wajah ndeso. Tetapi dia berwibawa bukan karena kata-katanya, tetapi karena tindakannya, karena pilihan sikapnya, itu yang membuat dia respeknya tidak habis-habis hingga sekarang.

Jokowi juga bisa dilihat dari kepolosan dan keluguannya, tidak representasi pinter, tidak representasi hebat, dia seadanya saja dalam menjawab pertanyaan seperti jawaban orang kampungan. Itulah kelemahan yang sekarang ini banyak dibidik orang, karena visi dan misinya Jokowi sampai saat ini tidak jelas.

Marheanisme merupakan ideologi yang disusun oleh bung Karno, merupakan refleksi atau kristalisasi sosialisme yang berwajah Indonesia. Karena marhean merupakan nama seorang petani, miskin, narasi hidup sang bapak yang namanya marhean inilah yang disebut oleh bung Karno sebagai personifikasi dri sosialisme Indonesia.

Kalau dilihat dari sisi itu saya kira tidak tepat bila Jokowi dikatakan sebagai Marhean. Dia pengusaha, bukan berasal dari petani, atau buruh. Tapi mungkin yang menarik dari Jokowi adalah Jokowi menolak sosok anti hero, orang yang tidak menempatkan diri sebagai pahlawan. Dia memutus sekat-sekat dengan masyarakat bawah, tidak seperti kebanyakan.
Pilihan cerdas Jokowi adalah memakai baju putih lengan panjang yang dilipat, itu menunjukkan dia orang kerja. Ini strategi yang luar biasa cerdas, karena putih itukan netral, bisa netral, bisa suci.


Jadi memang benar Jokowi lemah di Visi dan Misinya?

Saya kira benar, sampai sekarang tidak jelas. Saya kira sekarang dia harus sudah mulai meluncurkan visi dan misinya, karena dia sudah resmi menjadi capres. Meskipun perpolitikan Indonesia sekarang ini sudah jenuh dengan visi dan misi, karena banyak visi misi dari politisi yang tidak menjadi kenyataan, itu omong kosong semua. Jadi orang itu memilih karena tindakannya, kerjanya. Itu kan bisa dibuatkan tim, mengumpulkan sepuluh profesor untuk merumuskan visi dan misi selesai.

Kalau kita mau kritisi, visi misi Prabowo sekarang ini merupakan visi misi yang disampaikan ketika dia menjadi cawapresnya Mega pada pemilu 2009. Mereka membuat tim sukses yang membuat visi dan misi. Dan itulah yang domodifikasi oleh Prabowo. Jadi visi misi merupaakan politik retorika, masyarakat sudah muak dan jenuh dengan politik retorika.

Visi misi seperti itu (pesanan, red) bukan sebuah kristalisasi gagasan yang hidup dari bawah, diolah dengan keringat, itu semua tidak. Itu order! Order dari tim pakar.


Kalau demikian, masih perlu apa tidak visi misi dari pemimpin?

Perlu, dan harus dilanjutkan dengan kontrak sosial dan politik, sehingga bisa diuji. Jadi orang akan bisa mengecek dengan terus menerus. Persoalan kita berhenti di visi dam misi, berhenti di tataran bual membual. Seharusnya dikawal dengan kerangka implementasinya, yang terpenting itu implementasi.


Sebelum pendeklarasian Jokowi, Mega bertemu dengan para pengusaha, apa makna dari pertemuan itu?

Tergantung komitmen apa yang dibuat oleh keduannya. Tapi pertemuan itu-kan dengan para pengusaha-pengusaha kelas menengah, bukan mereka pemain utama perekonomian negeri ini. Jika memang itu pertemuan penting, seharusnya itu bisa menjadi pertemuan tertutup.


Tidak lama ini Jokowi bertemu dengan Dubes Amerika dan Eropa, ada apa dibalik pertemuan itu?

Kalau pertemuan dengan dubes itu hal yang biasa, tapi karena momennya pemilu ini bia menjadi senjata bagi lawan politik Jokowi. Kalau melihat dari komposisi yang hadir itu sebenarnya plural, ada kubu Amerika dan ada juga kubu China. Harusnya kalau mau deal serius itu ketemu dengan Amerika sendiri, dan dengan China sendiri.


Layak atau tidak seorang capres itu sowan ke Dubes?


Kalau sowan itu tidak boleh, tapi kalau pertemuan publik itu boleh-boleh saja. Kalau mau deal politik seharusnya tertutup.
Soal pertemuan Jokowi di forum Pimred, apakah itu strategi politik Jokowi agar bisa dikawal oleh media?

Saya kira iya, karena Pemred itu merupakan aset penting. Karena mereka yang menjadi penentu politik keredaksian dari media. Semua calon yang bertarung di pilpres saya kira harus berhubungan baik dengan media.


Ada pandangan yang mengatakan pemimpin yang sukses dan populis itu pemimpin yang berhasil menata pasar tradisional. Kalau menurut anda?

Saya kira itu salah satu indikator, intinya adalah memperbaiki ekonomi rakyat. Salah satu ekonomi rakyat itu tercermin di pasar tradisional, itu merupakan wajah nyata dari ekonomi kita. Itulah marhean-marhean yang hidup, kalau transaksinya bagus, dan tempatnya nyaman untuk berbelanja, ekonomi rakyat akan membaik.


Reporter: Usman Hadi

back to top