Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jokowi berduet dengan JK

foto: makassar.bisnis.com foto: makassar.bisnis.com

Jakarta-KoPi. Setelah proses politik cukup lama, lobi dan pendekatan kepada berbagai tokoh, Jokowi memastikan kandidat cawapres yang mendampinginya adalah Jusuf Kalla (JK). Kabar ini diperoleh dari sumber KoPi di internal PDI Perijuangan hari ini (18/5.14).

Alasan pemilihan JK sebagai kandidat cawapres adalah gaya kepemimpinannya yang lincah, gesit, muslim taat, dan luar Jawa.

"Figur JK sebagai tokoh pemimpin politik nasional tidak diragukan lagi. Pasangan Jokowi dan JK sangat ideal bagi kebutuhan bangsa ini. Jokowi telaten, JK trengginas"

Menanggapi kemungkinan JK sebagai cawapres, beberapa warga yang ditemui KoPi menyatakan dukungan.

"Saya lega jika Jokowi berpasangan dengan JK. Jadi isu dia musuhnya Islam itu jelas salah," kata Yanti mahasiswa di Universitas Mercubuana.

Menurut Novri Susan, pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, jika Jokowi berpasangan dengan JK maka merupakan kandidat yang tangguh.

"Mereka merepresentasikan politik nasionalis, demokratis dan sekaligus relijius"

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik tersebut, Jokowi dan JK akan mendapat respon besar dari masyarakat. Hanya saja, lanjut Novri, pasangan tersebut harus mampu mempersiapkan kampanye secara elegan. Sebab Prabowo dan Hatta juga merupakan pasangan pilpres 2014 yang sangat tangguh.*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top