Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Jokowi berduet dengan JK

foto: makassar.bisnis.com foto: makassar.bisnis.com

Jakarta-KoPi. Setelah proses politik cukup lama, lobi dan pendekatan kepada berbagai tokoh, Jokowi memastikan kandidat cawapres yang mendampinginya adalah Jusuf Kalla (JK). Kabar ini diperoleh dari sumber KoPi di internal PDI Perijuangan hari ini (18/5.14).

Alasan pemilihan JK sebagai kandidat cawapres adalah gaya kepemimpinannya yang lincah, gesit, muslim taat, dan luar Jawa.

"Figur JK sebagai tokoh pemimpin politik nasional tidak diragukan lagi. Pasangan Jokowi dan JK sangat ideal bagi kebutuhan bangsa ini. Jokowi telaten, JK trengginas"

Menanggapi kemungkinan JK sebagai cawapres, beberapa warga yang ditemui KoPi menyatakan dukungan.

"Saya lega jika Jokowi berpasangan dengan JK. Jadi isu dia musuhnya Islam itu jelas salah," kata Yanti mahasiswa di Universitas Mercubuana.

Menurut Novri Susan, pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, jika Jokowi berpasangan dengan JK maka merupakan kandidat yang tangguh.

"Mereka merepresentasikan politik nasionalis, demokratis dan sekaligus relijius"

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik tersebut, Jokowi dan JK akan mendapat respon besar dari masyarakat. Hanya saja, lanjut Novri, pasangan tersebut harus mampu mempersiapkan kampanye secara elegan. Sebab Prabowo dan Hatta juga merupakan pasangan pilpres 2014 yang sangat tangguh.*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top