Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Jokowi berduet dengan JK

foto: makassar.bisnis.com foto: makassar.bisnis.com

Jakarta-KoPi. Setelah proses politik cukup lama, lobi dan pendekatan kepada berbagai tokoh, Jokowi memastikan kandidat cawapres yang mendampinginya adalah Jusuf Kalla (JK). Kabar ini diperoleh dari sumber KoPi di internal PDI Perijuangan hari ini (18/5.14).

Alasan pemilihan JK sebagai kandidat cawapres adalah gaya kepemimpinannya yang lincah, gesit, muslim taat, dan luar Jawa.

"Figur JK sebagai tokoh pemimpin politik nasional tidak diragukan lagi. Pasangan Jokowi dan JK sangat ideal bagi kebutuhan bangsa ini. Jokowi telaten, JK trengginas"

Menanggapi kemungkinan JK sebagai cawapres, beberapa warga yang ditemui KoPi menyatakan dukungan.

"Saya lega jika Jokowi berpasangan dengan JK. Jadi isu dia musuhnya Islam itu jelas salah," kata Yanti mahasiswa di Universitas Mercubuana.

Menurut Novri Susan, pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, jika Jokowi berpasangan dengan JK maka merupakan kandidat yang tangguh.

"Mereka merepresentasikan politik nasionalis, demokratis dan sekaligus relijius"

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik tersebut, Jokowi dan JK akan mendapat respon besar dari masyarakat. Hanya saja, lanjut Novri, pasangan tersebut harus mampu mempersiapkan kampanye secara elegan. Sebab Prabowo dan Hatta juga merupakan pasangan pilpres 2014 yang sangat tangguh.*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top