Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Akhir Derita Korban Lapindo

Akhir Derita Korban Lapindo

Sidoarjo – KoPi, Delapan tahun sudah bencana Lumpur Lapindo melahap sebagian wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Ribuan warga pun dipaksa kehilangan tempat tinggal oleh semburan lumpur yang melanda lebih dari 500 Hektare tanah tanpa ada kejelasan ganti rugi, baik dari P.T. Lapindo Brantas, maupun dari Pemerintah, semuanya hanya pandai mengucap janji tanpa diiringi bukti yang pasti.

Pada peringatan delapan tahun bencana Lumpur Lapindo yang berlangsung hari ini, (29/05/2014), perjuangan para korban yang belum mendapatkan ganti rugi tinggal selangkah lagi. Satu langkah penting tersebut terjadi seiring dengan ditandatanganinya kontrak politik yang salah satunya berisi penyelesaian bencana Lapindo oleh Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila nantinya menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Menurut Jokowi, berlarutnya penyelesaian ganti rugi bencana Lumpur Lapindo disebabkan karena negara tidak dapat memposisikan dirinya sebagai perwakilan rakyat yang seharusnya mendahulukan kedaulatan rakyat. “Negara harusnya hadir, sebagai representasi dari kedaulatan rakyat. Kalau negara absen, artinya negara melupakan rakyat” ucap Jokowi dalam orasi singkatnya.

Jokowi yang tidak dapat berlama-lama dalam acara tersebut kemudian memohon pamit kepada para pendukungnya karena masih harus terbang ke Bali untuk menghadiri acara lainnya. “Perkenankan saya tanda tangan kontrak politik dulu, kemudian saya mohon pamit. Merdeka!!!” pungkasnya.***

 


Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top