Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Akhir Derita Korban Lapindo

Akhir Derita Korban Lapindo

Sidoarjo – KoPi, Delapan tahun sudah bencana Lumpur Lapindo melahap sebagian wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Ribuan warga pun dipaksa kehilangan tempat tinggal oleh semburan lumpur yang melanda lebih dari 500 Hektare tanah tanpa ada kejelasan ganti rugi, baik dari P.T. Lapindo Brantas, maupun dari Pemerintah, semuanya hanya pandai mengucap janji tanpa diiringi bukti yang pasti.

Pada peringatan delapan tahun bencana Lumpur Lapindo yang berlangsung hari ini, (29/05/2014), perjuangan para korban yang belum mendapatkan ganti rugi tinggal selangkah lagi. Satu langkah penting tersebut terjadi seiring dengan ditandatanganinya kontrak politik yang salah satunya berisi penyelesaian bencana Lapindo oleh Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila nantinya menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Menurut Jokowi, berlarutnya penyelesaian ganti rugi bencana Lumpur Lapindo disebabkan karena negara tidak dapat memposisikan dirinya sebagai perwakilan rakyat yang seharusnya mendahulukan kedaulatan rakyat. “Negara harusnya hadir, sebagai representasi dari kedaulatan rakyat. Kalau negara absen, artinya negara melupakan rakyat” ucap Jokowi dalam orasi singkatnya.

Jokowi yang tidak dapat berlama-lama dalam acara tersebut kemudian memohon pamit kepada para pendukungnya karena masih harus terbang ke Bali untuk menghadiri acara lainnya. “Perkenankan saya tanda tangan kontrak politik dulu, kemudian saya mohon pamit. Merdeka!!!” pungkasnya.***

 


Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top