Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Investasi turun, DPRD Jatim nilai BPM tak efektif

Investasi turun, DPRD Jatim nilai BPM tak efektif
Surabaya - KoPi | Setelah melalui beberapa kali pembahasan, sembilan fraksi dan komisi-moisi di Dewan DPRD Jawa Timur akhirnya mengesahkan dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2014 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
 

Meski demikian, DPRD juga memberi catatan atas kinerja beberapa lembaga. Komisi C DPRD Jatim mengapresiasi realisasi PAD dan penghematan anggaran belanja. Namun Komisi C juga memberikan catatan atas jumlah Piutang Pajak Kendaraan Bermotor tahun 2014. Nilai Piutang tersebut mencapai angka Rp 828 milyar.

Komisi C meminta agar Dinas Pendapatan melakukan langkah strategis pemutakhiran data, sehingga dapat memetakan potensi piutang pajak yang bisa dicairkan. Selain itu, hal itu perlu dilakukan agar obyek pajak yang kondisinya telah hilang, rusak, atau tidak dilakukan lapor jual dapat diketahui.

Komisi C juga memberi catatan atas Minat Investasi. Berdasarkan Persetujuan Prinsip PMA dan PMDN, tahun2014 hanya tercapai angka Rp 110,3 trilyun. Angka tersebut turun 2,65% dibanding angka tahun 2013, yang mencapai Rp 113,64 trilyun.

"Kinerja Badan Penanaman Modal (BPM) masih kurang mampu memberi nilai lebih dalam peningkatan investasi di Jawa Timur. Padahal Jawa Timur masih punya segudang potensi untuk ditunjukkan pada investor," tukas Ketua Komisi C Sahat Tua Simanjuntak.

back to top