Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Ini kata Jokowi tentang kekerasan Tolikara yang jadi perhatian

Ini kata Jokowi tentang kekerasan Tolikara yang jadi perhatian

Jakarta-KoPi | Jokowi, presiden RI, memberikan pernyataan penting terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal terhadap muslim di Tolikora, Papua.

Melalui akun resmi facebooknya, Jokowi menyatakan bahwa dirinya mengutuk kekerasan di Tolikara.

"Saya mengutuk keras pembakaran dan tindak kekerasan di Tolikara tersebut " tulis Presiden Jokowi pada Hari Minggu (19/7/15).

Presiden Jokowi menjamin bahwa hukum akan ditegakkan setegak-tegaknya. Penegakan hukum tersebut untuk para pelaku kriminal kekerasan tersebut sekaligus pihak-pihak yang menjadi dalang kekerasan.

"Saya jamin, hukum akan ditegakkan setegak-tegaknya, bukan hanya untuk pelaku kriminal di lapangan tetapi juga semua pihak yang tersebukti mencederai kedamaian di Papua."

Novri Susan, sosiolog pakar pengelolaan konflik, melihat penanganan kekerasan di Tolikora kurang sigap dan terlihat banyak kepentingan yang tidak bisa dikontrol negara.

"Intervensi konflik di Tolikara tampak tertatih, kurang cepat."

Novri memberi peringatan bahwa kasus ini sensitif terhadap mobilisasi identitas kolektif yang bisa dimainkan oleh kepentingan-kepentingan sempit. Menurut sosiolog penulis buku best seller Sosiologi Konflik ini, masyarakat (Islam, red) harus belajar menyerahkan penanganan konflik sosial kepada negara.

"Yang harus dilakukan bukanlah memobilisasi diri dan membuka peluang perang sipil, akan tetapi lakukan kontrol terhadap negara dalam penanganan konflik serta penegakan hukum secara melekat dan tegas. Walaupun kita lihat negara masih belum cukup cepat," pungkas Novri. | A. Nur

back to top