Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Surabaya – KoPi. Kecurangan seringkali terjadi dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), padahal masyarakat mengharapkan terciptanya pemilu yang bebas, jujur, dan adil. Pemilihan Umum Legislatif yang akan berlangsung besok, (9/4/2014) disinyalir masih terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh Partai Politik (Parpol) maupun oleh Calon Legislatif (Caleg).

Dewita Hayusinta selaku komisioner KPU-Jatim saat dikonfirmasi di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan jika pada saat ini KPU telah membentuk sistem yang ketat untuk meminimalisir adanya kecurangan dalam dalam penyelenggaraan pemilu 2014.

 

“Tugas kita adalah membuat sistem yang ketat, sehingga meminimalisir dicurangin, jadi kita membuat sistem yang minimal banget curangnya, misalnya dari pertama kali pengadaan logistik, distribusi logistik itu sudah meminimalisir kecurangan” Ucap Mbak Dewi.

 

Dengan penerapan sistem yang ketat dalam pengadaan serta distribusi logistik surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU berharap kecurangan-kecurangan yang umumnya terjadi akan dapat diminimalisir. Kemudian sistem lainnya yang dapat meminimalisir kecurangan itu adalah penerapan transparansi dalam hasil penghitungan suara yang akan diunggah di situs KPU Pusat.

 

“Jadi penghitungan suara itu dilakukan dan rekapitulasinya bertahap dan nanti 12 hari setelah penghitungan suara, itu formulir C1 yang tadi dibilang sangat rawan kecurangan akan diupload oleh KPU-RI di website. Sehingga siapapun bisa mengakses, itu juga caleg” lanjutnya.

 

Meskipun sistem yang ketat dilakukan, namun kecurangan bisa saja terjadi pasca penghitungan suara, oleh karena itu apabila ada penghitungan yang tidak sinkron dengan hasil di TPS, maka KPU akan mengembalikan hasil penghitungan suara tersebut untuk kemudian diketahui di mana kesalahan dalam penghitungan suara tersebut.

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top