Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Surabaya – KoPi. Kecurangan seringkali terjadi dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), padahal masyarakat mengharapkan terciptanya pemilu yang bebas, jujur, dan adil. Pemilihan Umum Legislatif yang akan berlangsung besok, (9/4/2014) disinyalir masih terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh Partai Politik (Parpol) maupun oleh Calon Legislatif (Caleg).

Dewita Hayusinta selaku komisioner KPU-Jatim saat dikonfirmasi di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan jika pada saat ini KPU telah membentuk sistem yang ketat untuk meminimalisir adanya kecurangan dalam dalam penyelenggaraan pemilu 2014.

 

“Tugas kita adalah membuat sistem yang ketat, sehingga meminimalisir dicurangin, jadi kita membuat sistem yang minimal banget curangnya, misalnya dari pertama kali pengadaan logistik, distribusi logistik itu sudah meminimalisir kecurangan” Ucap Mbak Dewi.

 

Dengan penerapan sistem yang ketat dalam pengadaan serta distribusi logistik surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU berharap kecurangan-kecurangan yang umumnya terjadi akan dapat diminimalisir. Kemudian sistem lainnya yang dapat meminimalisir kecurangan itu adalah penerapan transparansi dalam hasil penghitungan suara yang akan diunggah di situs KPU Pusat.

 

“Jadi penghitungan suara itu dilakukan dan rekapitulasinya bertahap dan nanti 12 hari setelah penghitungan suara, itu formulir C1 yang tadi dibilang sangat rawan kecurangan akan diupload oleh KPU-RI di website. Sehingga siapapun bisa mengakses, itu juga caleg” lanjutnya.

 

Meskipun sistem yang ketat dilakukan, namun kecurangan bisa saja terjadi pasca penghitungan suara, oleh karena itu apabila ada penghitungan yang tidak sinkron dengan hasil di TPS, maka KPU akan mengembalikan hasil penghitungan suara tersebut untuk kemudian diketahui di mana kesalahan dalam penghitungan suara tersebut.

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top