Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Surabaya – KoPi. Kecurangan seringkali terjadi dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), padahal masyarakat mengharapkan terciptanya pemilu yang bebas, jujur, dan adil. Pemilihan Umum Legislatif yang akan berlangsung besok, (9/4/2014) disinyalir masih terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh Partai Politik (Parpol) maupun oleh Calon Legislatif (Caleg).

Dewita Hayusinta selaku komisioner KPU-Jatim saat dikonfirmasi di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan jika pada saat ini KPU telah membentuk sistem yang ketat untuk meminimalisir adanya kecurangan dalam dalam penyelenggaraan pemilu 2014.

 

“Tugas kita adalah membuat sistem yang ketat, sehingga meminimalisir dicurangin, jadi kita membuat sistem yang minimal banget curangnya, misalnya dari pertama kali pengadaan logistik, distribusi logistik itu sudah meminimalisir kecurangan” Ucap Mbak Dewi.

 

Dengan penerapan sistem yang ketat dalam pengadaan serta distribusi logistik surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU berharap kecurangan-kecurangan yang umumnya terjadi akan dapat diminimalisir. Kemudian sistem lainnya yang dapat meminimalisir kecurangan itu adalah penerapan transparansi dalam hasil penghitungan suara yang akan diunggah di situs KPU Pusat.

 

“Jadi penghitungan suara itu dilakukan dan rekapitulasinya bertahap dan nanti 12 hari setelah penghitungan suara, itu formulir C1 yang tadi dibilang sangat rawan kecurangan akan diupload oleh KPU-RI di website. Sehingga siapapun bisa mengakses, itu juga caleg” lanjutnya.

 

Meskipun sistem yang ketat dilakukan, namun kecurangan bisa saja terjadi pasca penghitungan suara, oleh karena itu apabila ada penghitungan yang tidak sinkron dengan hasil di TPS, maka KPU akan mengembalikan hasil penghitungan suara tersebut untuk kemudian diketahui di mana kesalahan dalam penghitungan suara tersebut.

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top