Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Hasil Pemilu 2014 akan Lebih Transparan

Surabaya – KoPi. Kecurangan seringkali terjadi dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), padahal masyarakat mengharapkan terciptanya pemilu yang bebas, jujur, dan adil. Pemilihan Umum Legislatif yang akan berlangsung besok, (9/4/2014) disinyalir masih terjadi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh Partai Politik (Parpol) maupun oleh Calon Legislatif (Caleg).

Dewita Hayusinta selaku komisioner KPU-Jatim saat dikonfirmasi di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan jika pada saat ini KPU telah membentuk sistem yang ketat untuk meminimalisir adanya kecurangan dalam dalam penyelenggaraan pemilu 2014.

 

“Tugas kita adalah membuat sistem yang ketat, sehingga meminimalisir dicurangin, jadi kita membuat sistem yang minimal banget curangnya, misalnya dari pertama kali pengadaan logistik, distribusi logistik itu sudah meminimalisir kecurangan” Ucap Mbak Dewi.

 

Dengan penerapan sistem yang ketat dalam pengadaan serta distribusi logistik surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU berharap kecurangan-kecurangan yang umumnya terjadi akan dapat diminimalisir. Kemudian sistem lainnya yang dapat meminimalisir kecurangan itu adalah penerapan transparansi dalam hasil penghitungan suara yang akan diunggah di situs KPU Pusat.

 

“Jadi penghitungan suara itu dilakukan dan rekapitulasinya bertahap dan nanti 12 hari setelah penghitungan suara, itu formulir C1 yang tadi dibilang sangat rawan kecurangan akan diupload oleh KPU-RI di website. Sehingga siapapun bisa mengakses, itu juga caleg” lanjutnya.

 

Meskipun sistem yang ketat dilakukan, namun kecurangan bisa saja terjadi pasca penghitungan suara, oleh karena itu apabila ada penghitungan yang tidak sinkron dengan hasil di TPS, maka KPU akan mengembalikan hasil penghitungan suara tersebut untuk kemudian diketahui di mana kesalahan dalam penghitungan suara tersebut.

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top