Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Harga terus naik, Jokowi tak bisa dijatuhkan

Harga terus naik, Jokowi tak bisa dijatuhkan
Surabaya – KoPi | Kenaikan harga BBM, gas, dan TDL yang bertubi-tubi membuat masyarakat mempertanyakan kinerja pemerintahan Jokowi. Namun di saat yang sama, anggota dewan yang seharusnya menjadi wakil rakyat sama sekali tidak terlihat mempermasalahkan hal tersebut.
 

Pengamat politik Universitas Airlangga Fahrul Muzaqqi mengatakan hal itu memang seharusnya bisa menjadi manuver politik untuk menekan Jokowi. Namun hal itu tidak akan sampai membuat DPR memakzulkan presiden.

“Kita ini menganut sistem pemerintahan presidensial. Artinya parlemen tidak bisa begiu saja menjatuhkan presiden di tengah jalan karena sebuah kebijakan yang tidak populer,” jelas Fahrul.

Meski demikian, keresahan di tingkat akar rumput akan jauh lebih kuat dibandingkan di pusat pemerintahan. Potensi gelombang protes dan ketidakpuasan tetap akan timbul. Namun, Fahrul juga menilai gelombang protes itu tidak akan mampu menjatuhkan pemerintahan Jokowi seperti pada tahun 1998.

“Sampai saat ini kondisi sosial ekonomi masih belum separah tahun 1998. Walaupun saat ini harga-harga naik dan Rupiah melemah, namun perbandingannya tidak terlalu jauh,” ucap Fahrul.

Fahrul berpendapat, gelombang protes ini akan terus mewarnai awal-awal pemerintahan Jokowi-JK. Hingga saat ini masyarakat memang harus beradaptasi dengan gaya kepemimpinan yang baru. Masa transisi seperti ini akan menimbulkan berbagai keresahan karena ketidakpastian di bidang politik.

back to top