Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

Jogjakarta-KoPi| Senada dengan sikap KRT H. Jatiningrat, tokoh masyarakat Syukri Fadholi juga tidak menyetujui perubahan gelar Sultan HB X.

Menurut pegamatan Syukri sebelum terjadinya sabda raja kondisi masyarakat Jogjakarta tenang. Namun setelah sabda seketika hawa panas menyelimuti keluarga kraton.

Hal tersebut dipicu oleh keberatan masyarakat terhadap penggantian nama sultan. Syukri memandang penggantian nama telah melanggar nilai agama dan paugeran yang ada.

“Sabda raja yang berganti nama dengan Bawono sudah bertentangan dengan nilai agama. Ini sang sultan mengatakan sabda raja berasal dari wahyu. Padahal yang mendapat wahyu cuma nabi. Hal ini seolah lahir nabi baru bernama Herjuno Darpito”, papar Syukri saat menghadiri musyawarah bersama di rumah GBPH Prabukusumo, sore tadi.

Melihat dampak dari perubahan nama telah merusak paugeran yang ada. Syukri mengajak masyarakat untuk berjuang bersama mengembalikan dan menjaga paugeran Jogjakarta.

Sementara Wakil Ketua I DPRD DIY, Arif Noor Hartanto yang akrab disapa Inung berkomentar, situasi tegang setelah sabda raja dapat dipulihkan dengan menjalankan UUK secara konsekuen. Menurut Inung adanya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) untuk menjalankan paugeran di Jogjakarta.  |Winda Efanur FS|

back to top