Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

'Goyahnya' paugeran Jogja, kembalikan ke UU Keistimewaan

Jogjakarta-KoPi| Senada dengan sikap KRT H. Jatiningrat, tokoh masyarakat Syukri Fadholi juga tidak menyetujui perubahan gelar Sultan HB X.

Menurut pegamatan Syukri sebelum terjadinya sabda raja kondisi masyarakat Jogjakarta tenang. Namun setelah sabda seketika hawa panas menyelimuti keluarga kraton.

Hal tersebut dipicu oleh keberatan masyarakat terhadap penggantian nama sultan. Syukri memandang penggantian nama telah melanggar nilai agama dan paugeran yang ada.

“Sabda raja yang berganti nama dengan Bawono sudah bertentangan dengan nilai agama. Ini sang sultan mengatakan sabda raja berasal dari wahyu. Padahal yang mendapat wahyu cuma nabi. Hal ini seolah lahir nabi baru bernama Herjuno Darpito”, papar Syukri saat menghadiri musyawarah bersama di rumah GBPH Prabukusumo, sore tadi.

Melihat dampak dari perubahan nama telah merusak paugeran yang ada. Syukri mengajak masyarakat untuk berjuang bersama mengembalikan dan menjaga paugeran Jogjakarta.

Sementara Wakil Ketua I DPRD DIY, Arif Noor Hartanto yang akrab disapa Inung berkomentar, situasi tegang setelah sabda raja dapat dipulihkan dengan menjalankan UUK secara konsekuen. Menurut Inung adanya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) untuk menjalankan paugeran di Jogjakarta.  |Winda Efanur FS|

back to top