Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

Jogjakarta-KoPi| Sabda Raja Sultan Hamungkubuwono X yang dianggap cacat moral oleh para kerabat keraton, akhirnya berbuntut penobatan adik Sultan X. Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan mengakangkat raja baru. Penobatan ini dilakukan di Petilasan Kraton Ambarketawang, Gamping, Sleman, Ahad, 12 Juli 2015

Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dinobatkan menjadi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kaping XI. Sinuhun bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping XI (Sewelas) ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ketua Paguyuban Trah Ki Ageng Giring- Ki Ageng Pemanahan, Satrio Djojonegoro mengatakan bahwa tahta Ngayogyakarta dianggap kosong setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan Sabda Raja yang dianggap melanggar paugeran (adat) leluhur.

"Sejak adanya Sabda Raja kita menganggap bahwa tahta Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat mengalami kekosongan atau komplang. Itu kenapa kita mengukuhkan Gusti Prabu." Demikian penjelasan Satrio Djonegoro.| BACA: GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

back to top