Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

Jogjakarta-KoPi| Sabda Raja Sultan Hamungkubuwono X yang dianggap cacat moral oleh para kerabat keraton, akhirnya berbuntut penobatan adik Sultan X. Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan mengakangkat raja baru. Penobatan ini dilakukan di Petilasan Kraton Ambarketawang, Gamping, Sleman, Ahad, 12 Juli 2015

Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dinobatkan menjadi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kaping XI. Sinuhun bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping XI (Sewelas) ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ketua Paguyuban Trah Ki Ageng Giring- Ki Ageng Pemanahan, Satrio Djojonegoro mengatakan bahwa tahta Ngayogyakarta dianggap kosong setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan Sabda Raja yang dianggap melanggar paugeran (adat) leluhur.

"Sejak adanya Sabda Raja kita menganggap bahwa tahta Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat mengalami kekosongan atau komplang. Itu kenapa kita mengukuhkan Gusti Prabu." Demikian penjelasan Satrio Djonegoro.| BACA: GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

back to top