Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

GBPH Prabukusumo dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubowono XI

Jogjakarta-KoPi| Sabda Raja Sultan Hamungkubuwono X yang dianggap cacat moral oleh para kerabat keraton, akhirnya berbuntut penobatan adik Sultan X. Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan mengakangkat raja baru. Penobatan ini dilakukan di Petilasan Kraton Ambarketawang, Gamping, Sleman, Ahad, 12 Juli 2015

Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dinobatkan menjadi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kaping XI. Sinuhun bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping XI (Sewelas) ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ketua Paguyuban Trah Ki Ageng Giring- Ki Ageng Pemanahan, Satrio Djojonegoro mengatakan bahwa tahta Ngayogyakarta dianggap kosong setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan Sabda Raja yang dianggap melanggar paugeran (adat) leluhur.

"Sejak adanya Sabda Raja kita menganggap bahwa tahta Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat mengalami kekosongan atau komplang. Itu kenapa kita mengukuhkan Gusti Prabu." Demikian penjelasan Satrio Djonegoro.| BACA: GBPH Prabukusumo: Pengukuhan sebagai Sultan XI tidak sah

back to top