Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Fraksi minta Jokowi pecat Rini Soemarno

milik: kompas milik: kompas

Jakarta-KoPi| Rencana Menteri BUMN Rini Soewmrno untuk menjual aset BUMN berupa gedung BUMN ditentang FRAKSI (Front Gerakan Aktivis Indonesia). Rencana Rini tersebut dianggap merendahkan martabat bangsa meskipun dengan alasan efisisensi. Rencana menjual aset BUMN tersebut juga bersamaan dengan mempromosikan orang asing dalam jajaran petinggi BUMN dengan alasan profesionalisme.

"Ini semakin melegitimasi bahwa Bahwa Rini Soemarno bermental inlader alias Menteri Kapitalis Asing, di tambah lagi dengan pernyataan bahwa akan memposisikan orang asing dalam beberapa jajaran petinggi BUMN, dengan alibi profesionalisme."

Kami rasa bahwa alasan efesiensi dengan menjual adalah pemikiran konyol, bukankah masih banyak solusi lain yang bisa kita gunakan kalau alasan di atas sebagai alibinya, Bukankah masih banyak anak perusahaan BUMN yang mengontrak kenapa tidak gedung itu saja, di jadikan gedung satu atap, agar lebih efesien dan efektif guna menunjang kinerja BUMN, atau disewakan biar ada incom. bukan dengan kerjanya hanya Jual-Menjual. Tapi cobalah berpikir kreatif dalam rangka mencari solusi?

Sudah cukup indosat,dll dijual pada Era Pemerintahan Megawati. Kemudian Masalah penempatan posisi strategis di beberapa BUMN dengan melibatkan orang asing itu juga sama saja menghina rakyat Indonesia menganggap bahwa orang Indonesia sudah tidak ada lagi lagi yang mampu, bukankah banyak putra-putri terbaik bangsa yang sukses di Luar maupun dalam Negeri kenapa bukan itu saja yang di rekrut Kalau memang Rini otaknya rasional dan kreatif. Jujur kami mempertanyakan nasionalisme Rini, apa lagi melihat latar belakangnya yang lama di luar negeri. Kami curiga cassing/luarnya (fisiknya) saja asli Indonesia tapi dalamnya sudah bukan Indonesia alias Asing.

Ada baiknya Jokowi segera memecat saja Rini Soemarno, Bahaya kalau menteri BUMN taunya Cuma jual menjual saja. Sungguh ini jauh dari ajaran Trisakti yang di gembor-gemborkan Jokowi. Bukan tidak mungkin bakal habis aset negara kita di jualnya? Kalau benar-benar terjadi bukan tidak mungkin kami para aktivis bersama rakyat yang akan turun untuk memecat Rini, dengan demonstrasi besar-besaran.
Belum lagi pernyatakan Rini yang menerap Kebijakan yang sungguh jauh dari ajaran etika berbudaya kita sebagai orang Indonesia. Kami dengan tegas Mengecam Rini karena menerapkan beberapa kebijakan kontroversial, salah satunya melarang pegawai BUMN memakai jilbab panjang.

Untuk itu Kami meminta dengan tegas DPR komisi terkait segera, untuk memanggil Menteri BUMN guna mengklarifikasi apa maksud semua pernyataannya tersebut, adalah sangat tidak etis seorang menteri mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seperti demikian. Sungguh merendahkan harga dan martabat orang Indonesia."

back to top