Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Fraksi minta Jokowi pecat Rini Soemarno

milik: kompas milik: kompas

Jakarta-KoPi| Rencana Menteri BUMN Rini Soewmrno untuk menjual aset BUMN berupa gedung BUMN ditentang FRAKSI (Front Gerakan Aktivis Indonesia). Rencana Rini tersebut dianggap merendahkan martabat bangsa meskipun dengan alasan efisisensi. Rencana menjual aset BUMN tersebut juga bersamaan dengan mempromosikan orang asing dalam jajaran petinggi BUMN dengan alasan profesionalisme.

"Ini semakin melegitimasi bahwa Bahwa Rini Soemarno bermental inlader alias Menteri Kapitalis Asing, di tambah lagi dengan pernyataan bahwa akan memposisikan orang asing dalam beberapa jajaran petinggi BUMN, dengan alibi profesionalisme."

Kami rasa bahwa alasan efesiensi dengan menjual adalah pemikiran konyol, bukankah masih banyak solusi lain yang bisa kita gunakan kalau alasan di atas sebagai alibinya, Bukankah masih banyak anak perusahaan BUMN yang mengontrak kenapa tidak gedung itu saja, di jadikan gedung satu atap, agar lebih efesien dan efektif guna menunjang kinerja BUMN, atau disewakan biar ada incom. bukan dengan kerjanya hanya Jual-Menjual. Tapi cobalah berpikir kreatif dalam rangka mencari solusi?

Sudah cukup indosat,dll dijual pada Era Pemerintahan Megawati. Kemudian Masalah penempatan posisi strategis di beberapa BUMN dengan melibatkan orang asing itu juga sama saja menghina rakyat Indonesia menganggap bahwa orang Indonesia sudah tidak ada lagi lagi yang mampu, bukankah banyak putra-putri terbaik bangsa yang sukses di Luar maupun dalam Negeri kenapa bukan itu saja yang di rekrut Kalau memang Rini otaknya rasional dan kreatif. Jujur kami mempertanyakan nasionalisme Rini, apa lagi melihat latar belakangnya yang lama di luar negeri. Kami curiga cassing/luarnya (fisiknya) saja asli Indonesia tapi dalamnya sudah bukan Indonesia alias Asing.

Ada baiknya Jokowi segera memecat saja Rini Soemarno, Bahaya kalau menteri BUMN taunya Cuma jual menjual saja. Sungguh ini jauh dari ajaran Trisakti yang di gembor-gemborkan Jokowi. Bukan tidak mungkin bakal habis aset negara kita di jualnya? Kalau benar-benar terjadi bukan tidak mungkin kami para aktivis bersama rakyat yang akan turun untuk memecat Rini, dengan demonstrasi besar-besaran.
Belum lagi pernyatakan Rini yang menerap Kebijakan yang sungguh jauh dari ajaran etika berbudaya kita sebagai orang Indonesia. Kami dengan tegas Mengecam Rini karena menerapkan beberapa kebijakan kontroversial, salah satunya melarang pegawai BUMN memakai jilbab panjang.

Untuk itu Kami meminta dengan tegas DPR komisi terkait segera, untuk memanggil Menteri BUMN guna mengklarifikasi apa maksud semua pernyataannya tersebut, adalah sangat tidak etis seorang menteri mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seperti demikian. Sungguh merendahkan harga dan martabat orang Indonesia."

back to top