Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Erdogan dan Benyamin Netanyahu saling ejek

Benyamin Netanyahu Benyamin Netanyahu

Jerusalem-KoPi| Israel pada hari Rabu(14 Januari) menyerang balik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sebelumnya mengecam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk berani muncul di solidaritas Paris terkait aksi kekerasan baru-baru ini di Perancis.

Pada hari Selasa, Erdogan mengecam kehadiran Netanyahu pada rapat umum tersebut, mengatakan bahwa pemimpin Israel menewaskan 2.500 orang selama 50 hari operasi militer udara dan darat terhadap Jalur Gaza tahun lalu.

"Bagaimana bisa seorang pria yang telah membunuh 2.500 orang di Gaza, sedangkan untuk kasus kekerasan di Paris hanya menunggu”, Katanya.

Erdogan juga menuduh negara-negara Barat lainnya memiliki "kemunafikan yang jelas", "rasisme dan Islamophobia."

"Saya pikir tindakan ini, pernyataan dari Presiden Turki harus disangkal oleh semua orang yang ingin melawan terorisme," kata Netanyahu dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo.

"Dia (Erdogan) mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak terwakili dalam pawai di Paris, dengan alasan tanggung jawabnya terhadap ribuan roket yang diluncurkan di kota-kota kita oleh teroris Hamas," pernyataan Netanyahu dikutip dalam sebuah yang dikeluarkan oleh kantornya Rabu.

Dalam pidato yang dia berikan kepada duta besar Israel di Eropa dan Asia, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman menyebut Erdogan sebagai "pengganggu anti-Semit," 

Awalnya Turki dan Israel memiliki hubungan diplomatik dekat. Namun renggang pada tahun 2010 ketika pasukan komando Israel menyerbu kapal yang berusaha menembus blokade maritim yang diberlakukan di Jalur Gaza. Sembilan warga Turki tewas dalam serangan itu.

Turki mengusir duta besar Israel dan memanggil pulang dubesnya ke Israel atas insiden itu. |xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

 

back to top