Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Erdogan dan Benyamin Netanyahu saling ejek

Benyamin Netanyahu Benyamin Netanyahu

Jerusalem-KoPi| Israel pada hari Rabu(14 Januari) menyerang balik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sebelumnya mengecam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk berani muncul di solidaritas Paris terkait aksi kekerasan baru-baru ini di Perancis.

Pada hari Selasa, Erdogan mengecam kehadiran Netanyahu pada rapat umum tersebut, mengatakan bahwa pemimpin Israel menewaskan 2.500 orang selama 50 hari operasi militer udara dan darat terhadap Jalur Gaza tahun lalu.

"Bagaimana bisa seorang pria yang telah membunuh 2.500 orang di Gaza, sedangkan untuk kasus kekerasan di Paris hanya menunggu”, Katanya.

Erdogan juga menuduh negara-negara Barat lainnya memiliki "kemunafikan yang jelas", "rasisme dan Islamophobia."

"Saya pikir tindakan ini, pernyataan dari Presiden Turki harus disangkal oleh semua orang yang ingin melawan terorisme," kata Netanyahu dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo.

"Dia (Erdogan) mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak terwakili dalam pawai di Paris, dengan alasan tanggung jawabnya terhadap ribuan roket yang diluncurkan di kota-kota kita oleh teroris Hamas," pernyataan Netanyahu dikutip dalam sebuah yang dikeluarkan oleh kantornya Rabu.

Dalam pidato yang dia berikan kepada duta besar Israel di Eropa dan Asia, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman menyebut Erdogan sebagai "pengganggu anti-Semit," 

Awalnya Turki dan Israel memiliki hubungan diplomatik dekat. Namun renggang pada tahun 2010 ketika pasukan komando Israel menyerbu kapal yang berusaha menembus blokade maritim yang diberlakukan di Jalur Gaza. Sembilan warga Turki tewas dalam serangan itu.

Turki mengusir duta besar Israel dan memanggil pulang dubesnya ke Israel atas insiden itu. |xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

 

back to top