Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Keputusan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo Menolak untuk memberikan grasi kepada terpidana narkoba menuai banyak protes dari negara-negara lain. Penarikan Duta besar Brazil dan Belanda merupakan bahasa diplomatik ketidak setujuan atau bentuk protes pemerintah Brazil dan Belanda atas putusan Pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati terpidana narkoba.

Surabaya – KoPi| Kejahatan narkoba merupakan salah satu kejahatan besar yang dapat merusak moral bangsa, sehingga banyak pula yang menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil Presiden Jokowi. Terlebih Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terhadap perdagangan narkoba. Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dirasa sangat strategis, karena ada banyak jalur masuk terlebih pada jalur laut. Untuk itu, perlu adanya hukuman tegas yang membuat jera para pengedar narkoba.

Baiq Wardhani, akademisi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga mengatakan kesepakatannya terhadap langkah tegas pemerintah menjatuhkan hukuman mati pada pengedar narkoba. Ia mengatakan eksekusi perlu dilakukan sebagai shock therapy bagi pengedar narkoba. Langkah awal pemberantasan narkoba ini bisa membuat efek jera, namun demikian ia mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam menegakkan hukum.

“Tentu ada hubungan diplomatik yang terganggu. Seperti dengan Belanda yang warga negaranya ditembak mati, mereka melakukan pemanggilan duta besar. Nah apakah maknanya? Ada dua pertama itu adalah bahasa diplomatik dari ketidaksetujuan negara-negara tersebut atas aksi yang dilakukan indonesia, dan yang kedua, ini juga menyangkut dari kegagalan dari pemerintah negara yang bersangkutan dalam negosiasi dengan pemerintah Indonesia, karena kan melindungi warga negara adalah salah satu tugas negara kan, jadi kalau negara-negara itu sampai ada warganya yang dieksekusi itu berarti mereka gagal bernegosiasi dengan kita,” terang Baiq Wardhani.

Pemanggilan terhadap Duta besar adalah hal yang biasa. Akademisi yang akrab dipanggil Ani tersebut mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali mengalami hal seperti itu, yakni dengan Malaysia dan Australia. Hal tersebut tidak akan berlanjut pada pemutusan hubungan diplomatik. Sebuah konsekuensi yang berujung pada kerugian besar apabila negara mengambil tindakan untuk memutuskan hubungan diplomatik. Ani menambahkan, pemanggilan tersebut hanya bersifat emosional sesaat, dan tidak akan berlangsung lama.| Chusnul Chotimah

back to top