Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Keputusan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo Menolak untuk memberikan grasi kepada terpidana narkoba menuai banyak protes dari negara-negara lain. Penarikan Duta besar Brazil dan Belanda merupakan bahasa diplomatik ketidak setujuan atau bentuk protes pemerintah Brazil dan Belanda atas putusan Pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati terpidana narkoba.

Surabaya – KoPi| Kejahatan narkoba merupakan salah satu kejahatan besar yang dapat merusak moral bangsa, sehingga banyak pula yang menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil Presiden Jokowi. Terlebih Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terhadap perdagangan narkoba. Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dirasa sangat strategis, karena ada banyak jalur masuk terlebih pada jalur laut. Untuk itu, perlu adanya hukuman tegas yang membuat jera para pengedar narkoba.

Baiq Wardhani, akademisi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga mengatakan kesepakatannya terhadap langkah tegas pemerintah menjatuhkan hukuman mati pada pengedar narkoba. Ia mengatakan eksekusi perlu dilakukan sebagai shock therapy bagi pengedar narkoba. Langkah awal pemberantasan narkoba ini bisa membuat efek jera, namun demikian ia mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam menegakkan hukum.

“Tentu ada hubungan diplomatik yang terganggu. Seperti dengan Belanda yang warga negaranya ditembak mati, mereka melakukan pemanggilan duta besar. Nah apakah maknanya? Ada dua pertama itu adalah bahasa diplomatik dari ketidaksetujuan negara-negara tersebut atas aksi yang dilakukan indonesia, dan yang kedua, ini juga menyangkut dari kegagalan dari pemerintah negara yang bersangkutan dalam negosiasi dengan pemerintah Indonesia, karena kan melindungi warga negara adalah salah satu tugas negara kan, jadi kalau negara-negara itu sampai ada warganya yang dieksekusi itu berarti mereka gagal bernegosiasi dengan kita,” terang Baiq Wardhani.

Pemanggilan terhadap Duta besar adalah hal yang biasa. Akademisi yang akrab dipanggil Ani tersebut mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali mengalami hal seperti itu, yakni dengan Malaysia dan Australia. Hal tersebut tidak akan berlanjut pada pemutusan hubungan diplomatik. Sebuah konsekuensi yang berujung pada kerugian besar apabila negara mengambil tindakan untuk memutuskan hubungan diplomatik. Ani menambahkan, pemanggilan tersebut hanya bersifat emosional sesaat, dan tidak akan berlangsung lama.| Chusnul Chotimah

back to top