Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Keputusan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo Menolak untuk memberikan grasi kepada terpidana narkoba menuai banyak protes dari negara-negara lain. Penarikan Duta besar Brazil dan Belanda merupakan bahasa diplomatik ketidak setujuan atau bentuk protes pemerintah Brazil dan Belanda atas putusan Pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati terpidana narkoba.

Surabaya – KoPi| Kejahatan narkoba merupakan salah satu kejahatan besar yang dapat merusak moral bangsa, sehingga banyak pula yang menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil Presiden Jokowi. Terlebih Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terhadap perdagangan narkoba. Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dirasa sangat strategis, karena ada banyak jalur masuk terlebih pada jalur laut. Untuk itu, perlu adanya hukuman tegas yang membuat jera para pengedar narkoba.

Baiq Wardhani, akademisi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga mengatakan kesepakatannya terhadap langkah tegas pemerintah menjatuhkan hukuman mati pada pengedar narkoba. Ia mengatakan eksekusi perlu dilakukan sebagai shock therapy bagi pengedar narkoba. Langkah awal pemberantasan narkoba ini bisa membuat efek jera, namun demikian ia mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam menegakkan hukum.

“Tentu ada hubungan diplomatik yang terganggu. Seperti dengan Belanda yang warga negaranya ditembak mati, mereka melakukan pemanggilan duta besar. Nah apakah maknanya? Ada dua pertama itu adalah bahasa diplomatik dari ketidaksetujuan negara-negara tersebut atas aksi yang dilakukan indonesia, dan yang kedua, ini juga menyangkut dari kegagalan dari pemerintah negara yang bersangkutan dalam negosiasi dengan pemerintah Indonesia, karena kan melindungi warga negara adalah salah satu tugas negara kan, jadi kalau negara-negara itu sampai ada warganya yang dieksekusi itu berarti mereka gagal bernegosiasi dengan kita,” terang Baiq Wardhani.

Pemanggilan terhadap Duta besar adalah hal yang biasa. Akademisi yang akrab dipanggil Ani tersebut mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali mengalami hal seperti itu, yakni dengan Malaysia dan Australia. Hal tersebut tidak akan berlanjut pada pemutusan hubungan diplomatik. Sebuah konsekuensi yang berujung pada kerugian besar apabila negara mengambil tindakan untuk memutuskan hubungan diplomatik. Ani menambahkan, pemanggilan tersebut hanya bersifat emosional sesaat, dan tidak akan berlangsung lama.| Chusnul Chotimah

back to top