Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Eksekusi mati terpidana narkoba, Belanda dan Brasil tarik dubes

Keputusan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo Menolak untuk memberikan grasi kepada terpidana narkoba menuai banyak protes dari negara-negara lain. Penarikan Duta besar Brazil dan Belanda merupakan bahasa diplomatik ketidak setujuan atau bentuk protes pemerintah Brazil dan Belanda atas putusan Pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati terpidana narkoba.

Surabaya – KoPi| Kejahatan narkoba merupakan salah satu kejahatan besar yang dapat merusak moral bangsa, sehingga banyak pula yang menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil Presiden Jokowi. Terlebih Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terhadap perdagangan narkoba. Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dirasa sangat strategis, karena ada banyak jalur masuk terlebih pada jalur laut. Untuk itu, perlu adanya hukuman tegas yang membuat jera para pengedar narkoba.

Baiq Wardhani, akademisi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga mengatakan kesepakatannya terhadap langkah tegas pemerintah menjatuhkan hukuman mati pada pengedar narkoba. Ia mengatakan eksekusi perlu dilakukan sebagai shock therapy bagi pengedar narkoba. Langkah awal pemberantasan narkoba ini bisa membuat efek jera, namun demikian ia mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam menegakkan hukum.

“Tentu ada hubungan diplomatik yang terganggu. Seperti dengan Belanda yang warga negaranya ditembak mati, mereka melakukan pemanggilan duta besar. Nah apakah maknanya? Ada dua pertama itu adalah bahasa diplomatik dari ketidaksetujuan negara-negara tersebut atas aksi yang dilakukan indonesia, dan yang kedua, ini juga menyangkut dari kegagalan dari pemerintah negara yang bersangkutan dalam negosiasi dengan pemerintah Indonesia, karena kan melindungi warga negara adalah salah satu tugas negara kan, jadi kalau negara-negara itu sampai ada warganya yang dieksekusi itu berarti mereka gagal bernegosiasi dengan kita,” terang Baiq Wardhani.

Pemanggilan terhadap Duta besar adalah hal yang biasa. Akademisi yang akrab dipanggil Ani tersebut mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali mengalami hal seperti itu, yakni dengan Malaysia dan Australia. Hal tersebut tidak akan berlanjut pada pemutusan hubungan diplomatik. Sebuah konsekuensi yang berujung pada kerugian besar apabila negara mengambil tindakan untuk memutuskan hubungan diplomatik. Ani menambahkan, pemanggilan tersebut hanya bersifat emosional sesaat, dan tidak akan berlangsung lama.| Chusnul Chotimah

back to top