Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dr. Ir. Sukamta: Indonesia terancam menjadi seperti Suriah

Dr. Ir. Sukamta: Indonesia terancam menjadi seperti Suriah

Jogja-KoPi| Indonesia terancam seperti Suriah, TNI telah menemukan tanda-tanda dari perang Proxi di Indonesia, Senin (12/2).

Sukamta, anggota DPR RI Dapil DIY, mengatakan bahwa tanda-tanda dari perang proxi yang diluncurkan ke Indonesia sudah banyak, tapi TNI belum mau mengekspos.

Peran proxi sendiri yaitu perang yang tidak menggunakan senjata, namun menggunakan perpanjangan tangan dari kekuasaan. Menurutnya, selama ini DPR telah mengawasi tanda-tanda dari perang proxi di Indonesia. DPR memiliki kekhawatiran jika Indonesia benar-benar menjadi sasaran negara-negara besar dalam perang proxi.

Sukamta menduga keras bahwa dinamika yang terjadi di dalam negeri dimanfaatkan oleh pihak luar yang ingin menghancurkan Indonesia dengan perang proxi.

"Saya menduga keras bahwa dinamika kita saat ini pasti dimanfaatkan pihak luar untuk menghancurkan Indonesia melalui perang proxi untuk mengeksploitasi Indonesia," ujarnya.

Berbagai pihak menghembuskan macam-macam isu untuk saling bertempur. "Antar elemen negara dikompori sehingga akan menyebabkan terjadinya perang darat, perang saudara, dan ini akan mudah dimasuki bangsa asing," jelas Sukamta.

Wilayah bagian dari Negara Indonesia secara pelan-pelan akan melepaskan diri karena perang saudara ini.

Di sisi lain, Sukamta menghimbau pemerintah untuk waspada dengan hal ini. "Jangan ikut bermain nanti sulit memisah. Banyak isu yang ada. Tanda-tandanya makin banyak dan TNI punya bukti tapi mereka tidak mau ekspos," tandasnya.

back to top